Kesepakatan dengan EFTA dicapai 2013

Kamis, 29 November 2012 - 09:33 WIB
Kesepakatan dengan EFTA...
Kesepakatan dengan EFTA dicapai 2013
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menargetkan kesepakatan kerja sama ekonomi dengan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (European Free Trade Association/EFTA) dicapai pada 2013.

Kerja sama dengan EFTA diharapkan mampu meningkatkan arus investasi dari Eropa ke Indonesia. Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan, kerja sama dengan EFTA juga merupakan salah satu program pemerintah untuk melakukan diversifikasi pasar tradisional, guna mempertahankan kinerja ekspor nasional.

EFTA beranggotakan empat negara yaitu Islandia, Norwegia, Swiss, dan Liechtenstein. “Kita mau coba genjot lagi, kalau memang bisa tahun depan atau paling lambat 2014,” kata Gita di Jakarta, kemarin.

Pemerintah, jelas Gita, bukan hanya menggenjot perdagangan melalui kerja sama ekonomi, namun juga mengincar peningkatan kerja sama di bidang investasi, pariwisata dan pembangunan kapasitas (capacity building). Indonesia meyakini EFTA yang memiliki pasar yang besar bisa menjadi mitra potensial bagi Indonesia.

EFTA pada 2008 tercatat menduduki peringkat 10 terbesar dalam perdagangan barang di dunia dengan nilai mencapai USD657 miliar, dan menduduki peringkat kelima untuk perdagangan jasa dengan nilai USD206 miliar.

Produk domestik bruto (PDB) EFTA tercatat menduduki peringkat ke-12 terbesar di dunia dengan nilai USD955 miliar di 2008. Sedangkan, volume perdagangan bilateral Indonesia-EFTA mencapai USD1,2 miliar di 2008 dan USD765 juta di 2009.

Pemerintah juga meyakini, inisiatif kerja sama perdagangan Indonesia-EFTA bisa menjadikan Indonesia sebagai basis investasi EFTA dan juga akan membantu akses pasar Indonesia di negara-negara EFTA. Indonesia pun berharap dapat menggunakan keunggulan yang dimiliki negara-negara EFTA untuk meningkatkan daya saing dan inovasi secara umum dan secara khusus di bidang energi.

Kerja sama perdagangan dengan EFTA pun diyakini bakal mempermudah akses pasar ke Uni Eropa (UE) dan pasar negara maju lain yang menerapkan standar yang sama dengan asosiasi tersebut. Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyatakan sangat mendukung negosiasi perjanjian Indonesia-EFTA.

Dia berharap, kesepakatan tersebut dapat meningkatkan hubungan Indonesia dengan negaranegara anggota EFTA di berbagai bidang, terutama politik dan ekonomi. “Kami mengharapkan agar kerja sama dengan EFTA dapat membantu ekonomi dan menguntungkan Indonesia,” tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
23 menit yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
1 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
4 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
4 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
4 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved