Kuota BBM subsidi jebol, BPH Migas salahkan Pertamina
Sabtu, 01 Desember 2012 - 12:49 WIB
Kuota BBM subsidi jebol, BPH Migas salahkan Pertamina
A
A
A
Sindonews.com - Akhir 2012 ini, masyarakat dibuat panik oleh munculnya ancaman krisis BBM subsidi akibat bobolnya kuota. Atas terjadinya kekurangan pasokan BBM subsidi ini, BPH Migas menunjuk hidung Pertamina sebagai pihak yang bertanggung jawab.
"BPH Migas hanya mengatur dan mengawasi. Kuota itu diusulkan oleh Badan Usaha (Pertamina) dan diajukan oleh pemerintah," kata Direktur BPH Migas Djoko Siswanto dalam Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Djoko menjelaskan, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP), BPH Migas hanya menetapkan dan penyaluran BBM subsidi ke setiap daerah. Namun, Pertamina lah yang menghitung kebutuhan BBM subsidi per tahun. Artinya, kekurangan pasokan ini diakibatkan oleh kelalaian Pertamina dalam menghitung kuota BBM subsidi.
"SOP-nya begini. BPH Migas dan pemerintah menetapkan 44,04 juta KL. Kemudian BPH migas menyalurkan ke setiap daerah. Angka itu diusulkan oleh Badan Usaha (Pertamina)," terangnya.
Seperti diketahui, pekan lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk Premium dan 4 persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini beberapa waktu lalu.
"BPH Migas hanya mengatur dan mengawasi. Kuota itu diusulkan oleh Badan Usaha (Pertamina) dan diajukan oleh pemerintah," kata Direktur BPH Migas Djoko Siswanto dalam Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Djoko menjelaskan, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP), BPH Migas hanya menetapkan dan penyaluran BBM subsidi ke setiap daerah. Namun, Pertamina lah yang menghitung kebutuhan BBM subsidi per tahun. Artinya, kekurangan pasokan ini diakibatkan oleh kelalaian Pertamina dalam menghitung kuota BBM subsidi.
"SOP-nya begini. BPH Migas dan pemerintah menetapkan 44,04 juta KL. Kemudian BPH migas menyalurkan ke setiap daerah. Angka itu diusulkan oleh Badan Usaha (Pertamina)," terangnya.
Seperti diketahui, pekan lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk Premium dan 4 persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini beberapa waktu lalu.
(gpr)
Lihat Juga :