DPR minta BPH Migas tak salahkan Pertamina
Sabtu, 01 Desember 2012 - 12:53 WIB
DPR minta BPH Migas tak salahkan Pertamina
A
A
A
Sindonews.com - Pertamina mendapat pembelaan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait munculnya ancaman krisis BBM subsidi akibat bobolnya kuota. DPR menilai Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebagai pihak yang paling bersalah atas jebolnya kuota BBM subsidi ini.
"Tiga tahun terakhir BPH Migas selalu salah hitung kuota BBM. BPH Migas ini nggak mau disalahin, kalau kayak gini di bawah Pertamina saja langsung," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Achmad Farial dalam Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Farial mengkritik sikap BPH Migas yang malah angkat tangan ketika terjadi kekurangan kuota BBM subsidi. Pasalnya, BPH Migas juga ikut terlibat dalam penetapan kuota BBM subsidi. Seharusnya, BPH Migas menyatakan keberatan pada saat penetapan kuota dahulu.
"Pada saat penetapan kuota itu ada BPH migas, ada pemerintah. Kalau memang tidak cukup tinggal bilang. Kenapa waktu itu diputuskan mereka menerima?" tutur Farial.
Seperti diketahui, pada acara yang sama, BPH Migas menyalahkan Pertamina dalam kasus kekurangan pasokan BBM subsidi pekan ini. "BPH Migas hanya mengatur dan mengawasi. Kuota itu diusulkan oleh Badan Usaha (Pertamina) dan diajukan oleh pemerintah," ucap Direktur BPH Migas Djoko Siswanto.
"Tiga tahun terakhir BPH Migas selalu salah hitung kuota BBM. BPH Migas ini nggak mau disalahin, kalau kayak gini di bawah Pertamina saja langsung," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Achmad Farial dalam Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Farial mengkritik sikap BPH Migas yang malah angkat tangan ketika terjadi kekurangan kuota BBM subsidi. Pasalnya, BPH Migas juga ikut terlibat dalam penetapan kuota BBM subsidi. Seharusnya, BPH Migas menyatakan keberatan pada saat penetapan kuota dahulu.
"Pada saat penetapan kuota itu ada BPH migas, ada pemerintah. Kalau memang tidak cukup tinggal bilang. Kenapa waktu itu diputuskan mereka menerima?" tutur Farial.
Seperti diketahui, pada acara yang sama, BPH Migas menyalahkan Pertamina dalam kasus kekurangan pasokan BBM subsidi pekan ini. "BPH Migas hanya mengatur dan mengawasi. Kuota itu diusulkan oleh Badan Usaha (Pertamina) dan diajukan oleh pemerintah," ucap Direktur BPH Migas Djoko Siswanto.
(gpr)
Lihat Juga :