BPH Migas akui lemah awasi penyaluran BBM subsidi

Sabtu, 01 Desember 2012 - 13:38 WIB
BPH Migas akui lemah...
BPH Migas akui lemah awasi penyaluran BBM subsidi
A A A
Sindonews.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengakui lemahnya pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi yang dilakukannya sebagai salah satu penyebab jebolnya kuota.

"Kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi ini kita akui masih terjadi karena pengaturan yang belum terlaksana dengan baik, dan ini harus diatur dengan baik," tutur Direktur BPH Migas Djoko Siswanto usai menghadiri Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).

Selama tahun 2012 ini, sambung Djoko, BPH Migas telah mengungkap 551 kasus penyalahgunaan BBM subsidi dengan total barang bukti mencapai 1,7 juta liter. Namun, jumlah kasus yang tidak terungkap lebih banyak lagi.

"Sebanyak 551 kasus telah merugikan negara sebesar ratusan miliar rupiah. Dari 551 kasus, BPH Migas menyita 1,7 juta liter sebagai barang bukti," ungkapnya.

Kurangnya pengawasan ini, menurut dia, disebabkan oleh kekurangan personel untuk melakukan pengawasan di lapangan. "Personel kita itu terbatas. Distribusi BBM subsidi ini kan 24 jam," imbuhnya.

Karena itu, pihaknya mengusulkan penggunaan Teknologi Informasi (Information Technology/IT) untuk mengontrol distribusi BBM subsidi. "Kalau dengan IT, pengawasan akan lebih efektif," tutup dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPH Migas Harap Kuota...
BPH Migas Harap Kuota BBM Subsidi Cukup Hingga Akhir Tahun
Cegah Kuota BBM Subsidi...
Cegah Kuota BBM Subsidi Jebol, BPH Migas Perketat Pengawasan
Soal Kuota BBM Subsidi,...
Soal Kuota BBM Subsidi, BPH Migas: Lakukan Pengendalian Konsumsi
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan Kuota BBM Subsidi Pertalite 32,56 Juta KL Tahun Ini
80% Subsidi Pertalite...
80% Subsidi Pertalite Disedot Kalangan Mampu, BPH Migas Sarankan Distribusi Tertutup
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Ditetapkan 31,2 Juta KL di 2025, Lebih Kecil dari 2024
Berita Terkini
TikTok Gelontorkan Rp3,6...
TikTok Gelontorkan Rp3,6 Miliar Edukasi Gizi dan Angkat Potensi Pangan Lokal
27 menit yang lalu
MNC Sekuritas Sukses...
MNC Sekuritas Sukses Gelar Grand Final MotionTrade Billionaires Games 2026
46 menit yang lalu
Hyundai Bakal Pamerkan...
Hyundai Bakal Pamerkan Prototipe Mobil Seven Seater di GIIAS 2026
58 menit yang lalu
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
1 jam yang lalu
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
1 jam yang lalu
Hyundai Kunjungi iNews...
Hyundai Kunjungi iNews Media Group, Perkuat Sinergi dan Jajaki Peluang Kolaborasi Strategis
1 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved