DPR belum terima pengajuan tambahan kuota BBM
Sabtu, 01 Desember 2012 - 14:06 WIB
DPR belum terima pengajuan tambahan kuota BBM
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengaku belum menerima permohonan tambahan kuota BBM subsidi dari pemerintah hingga kemarin. Padahal, demi mengantisipasi dampak sosial yang mungkin timbul dari kekurangan kuota ini, pemerintah berjanji akan segera mengajukan tambahan kuota BBM subsidi ke DPR.
"Jadi sampai kemarin belum ada surat permohonan," ungkap Wakil Ketua Komisi VII DPR Achmad Farial dalam Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Bila pengajuan dari pemerintah telah diterima, kata Farial, DPR siap untuk segera menyetujuinya demi kepentingan nasional. "Nanti kita bahas, alasan apa ya kita setujui, kasihan masyarakat," sambungnya.
Pekan lalu, Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk Premium dan 4 persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini beberapa waktu lalu.
"Jadi sampai kemarin belum ada surat permohonan," ungkap Wakil Ketua Komisi VII DPR Achmad Farial dalam Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Bila pengajuan dari pemerintah telah diterima, kata Farial, DPR siap untuk segera menyetujuinya demi kepentingan nasional. "Nanti kita bahas, alasan apa ya kita setujui, kasihan masyarakat," sambungnya.
Pekan lalu, Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk Premium dan 4 persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini beberapa waktu lalu.
(gpr)
Lihat Juga :