Ini menunjukkan kebodohan pemerintah dalam menghitung
Senin, 03 Desember 2012 - 14:32 WIB
Ini menunjukkan kebodohan pemerintah dalam menghitung
A
A
A
Sindonews.com - Kekurangan pasokan BBM subsidi merupakan kejadian yang terus menerus berulang. Menurut DPR, hal ini terjadi karena pemerintah tidak memperhitungkan kebutuhan BBM subsidi masyarakat dengan cermat.
"Jangan jadi langganan Pak Menteri kesini minta tambahan kuota, ini menunjukkan kebodohan dalam menghitung," ujar Anggota Komisi VII DPR Alimin Abdullah dalam Raker di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Jika pemerintah terus melakukan kesalahan hingga kuota BBM subsidi bobol, sambung Alimin, pihaknya mengancam akan mempermasalahkan hal ini lebih lanjut. "Jangan persalahkan kami kalau kami mempersoalkan bila terjadi lagi," imbuhnya.
Sebelumnya, DPR meminta pemerintah tidak membuat berbagai macam alasan yang tidak masuk akal untuk menutupi kegagalannya menjaga pasokan BBM subsidi, misalnya dengan menyalahkan penambahan jumlah mobil.
"Kalau murni karena kendaraan bermotor, itu bisa dihitung, bisa dikendalikan," ungkap Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha.
Menurut Satya, kuota BBM subsidi tahun 2012 ini tidak mencukupi akibat kegagalan pemerintah dalam mengatasi berbagai penyalahgunaan BBM subsidi seperti penimbunan dan penyelundupan yang masih marak.
"Tingkat keberhasilan pemerintah dalam mengatasi penimbunan dan penyelundupan ini yang menjadi keprihatinan kita," kata dia.
"Jangan jadi langganan Pak Menteri kesini minta tambahan kuota, ini menunjukkan kebodohan dalam menghitung," ujar Anggota Komisi VII DPR Alimin Abdullah dalam Raker di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Jika pemerintah terus melakukan kesalahan hingga kuota BBM subsidi bobol, sambung Alimin, pihaknya mengancam akan mempermasalahkan hal ini lebih lanjut. "Jangan persalahkan kami kalau kami mempersoalkan bila terjadi lagi," imbuhnya.
Sebelumnya, DPR meminta pemerintah tidak membuat berbagai macam alasan yang tidak masuk akal untuk menutupi kegagalannya menjaga pasokan BBM subsidi, misalnya dengan menyalahkan penambahan jumlah mobil.
"Kalau murni karena kendaraan bermotor, itu bisa dihitung, bisa dikendalikan," ungkap Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha.
Menurut Satya, kuota BBM subsidi tahun 2012 ini tidak mencukupi akibat kegagalan pemerintah dalam mengatasi berbagai penyalahgunaan BBM subsidi seperti penimbunan dan penyelundupan yang masih marak.
"Tingkat keberhasilan pemerintah dalam mengatasi penimbunan dan penyelundupan ini yang menjadi keprihatinan kita," kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :