Sebagai pengamat migas, ini saran Priyono
Selasa, 04 Desember 2012 - 11:42 WIB
Sebagai pengamat migas, ini saran Priyono
A
A
A
Sindonews.com - Ditemui usai menghadiri pembukaan Kongres IATMI 2012 di Hotel Gren Melia pagi ini, mantan Kepala BP Migas Raden Priyono mengakui bahwa dirinya kini menjadi pengamat migas setelah bubarnya BP Migas pada 13 November 2012 lalu.
"Oh iya sekarang saya pengamat migas," ucap Priyono saat diwawancara Sindonews di Hotel Gren Melia, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Sebagai pengamat, Priyono menyampaikan beberapa saran demi perbaikan kebijakan pengelolaan migas di Tanah Air.
Pertama, mengenai makin tipisnya cadangan minyak Indonesia yang kini tinggal 4 juta barel, Priyono berpendapat bahwa perlu banyak investasi baru untuk menemukan sumber-sumber cadangan migas baru.
"Kalau pengalaman saya sebagai yang me-manage operasional ya investasi harus digenjot. Porsi eksplorasinya pun harus tetap. Pintar-pintar kita investasi," tuturnya.
Selain itu, Priyono juga mengungkapkan, pemerintah perlu mengelola anggaran dengan baik agar subsidi BBM tidak terus membebani APBN hingga menghambat pembangunan infrastruktur. "Pemerintah harus pintar-pintar memainkan politik fiskal saja," tutup dia.
"Oh iya sekarang saya pengamat migas," ucap Priyono saat diwawancara Sindonews di Hotel Gren Melia, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Sebagai pengamat, Priyono menyampaikan beberapa saran demi perbaikan kebijakan pengelolaan migas di Tanah Air.
Pertama, mengenai makin tipisnya cadangan minyak Indonesia yang kini tinggal 4 juta barel, Priyono berpendapat bahwa perlu banyak investasi baru untuk menemukan sumber-sumber cadangan migas baru.
"Kalau pengalaman saya sebagai yang me-manage operasional ya investasi harus digenjot. Porsi eksplorasinya pun harus tetap. Pintar-pintar kita investasi," tuturnya.
Selain itu, Priyono juga mengungkapkan, pemerintah perlu mengelola anggaran dengan baik agar subsidi BBM tidak terus membebani APBN hingga menghambat pembangunan infrastruktur. "Pemerintah harus pintar-pintar memainkan politik fiskal saja," tutup dia.
(gpr)
Lihat Juga :