Hatta: Kuota BBM subsidi ditambah, kasihan Pertamina
Selasa, 04 Desember 2012 - 13:34 WIB
Hatta: Kuota BBM subsidi ditambah, kasihan Pertamina
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah dan Dewan Perwakilam Rakyat (DPR) telah menyepakati penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar 1,23 juta kiloliter (KL). Akan tetapi anggaran untuk kuota tersebut masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelum dikucurkan.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai Pertamina harus berada di posisi yang sulit karena harus menalangi pembiayaan yang cukup besar. Diketahui 1,23 juta Kl itu bernilai sekitar Rp6 triliun.
"Walaupun nanti dibebankan pada 2013 namun, untuk itu maka Pertamina yang kasihan, dia harus menalangi dulu mendanai cukup besar," ungkap Hatta di Hotel Gren Melia, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Akan tetapi, Hatta mengaku cukup puas dengan keputusan penambahan kuota oleh DPR. Karena disamping pengendalian yang dilakukan, kelangkaan juga tidak boleh terjadi. "Jadi kemarin syukur sudah disetujui dewan, yang penting ada duduk (musyawarah) persetujuan itu," jelasnya.
Terkait persoalan kenaikan harga BBM bersubsidi, Hatta belum dapat memastikan rencana tersebut. Beberapa hal seperti harga minyak dunia, kemampuan fiskal dan inflasi tetap akan jadi pertimbangan.
"Banyak faktor yang kita hitung nantinya, harga minyak dunia seperti apa, kemampuan fiskal seperti apa, daya beli masyarakat seperti apa, semua kita hitung," pungkasnya.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai Pertamina harus berada di posisi yang sulit karena harus menalangi pembiayaan yang cukup besar. Diketahui 1,23 juta Kl itu bernilai sekitar Rp6 triliun.
"Walaupun nanti dibebankan pada 2013 namun, untuk itu maka Pertamina yang kasihan, dia harus menalangi dulu mendanai cukup besar," ungkap Hatta di Hotel Gren Melia, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Akan tetapi, Hatta mengaku cukup puas dengan keputusan penambahan kuota oleh DPR. Karena disamping pengendalian yang dilakukan, kelangkaan juga tidak boleh terjadi. "Jadi kemarin syukur sudah disetujui dewan, yang penting ada duduk (musyawarah) persetujuan itu," jelasnya.
Terkait persoalan kenaikan harga BBM bersubsidi, Hatta belum dapat memastikan rencana tersebut. Beberapa hal seperti harga minyak dunia, kemampuan fiskal dan inflasi tetap akan jadi pertimbangan.
"Banyak faktor yang kita hitung nantinya, harga minyak dunia seperti apa, kemampuan fiskal seperti apa, daya beli masyarakat seperti apa, semua kita hitung," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :