Telkom catat pertumbuhan broadband 10%
Selasa, 04 Desember 2012 - 18:31 WIB
Telkom catat pertumbuhan broadband 10%
A
A
A
Sindonews.com - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) mencatat pertumbuhan pelanggan broadband di Jabar sebesar 10 persen atau menjadi sekitar 230 ribu pelanggan.
General Manager PT Telkom Indonesia Regional III Jabar Binuri mengatakan, pertumbuhan pengguna broadband sebesar 10 persen di dominasi di kawasan perkotaan. Pertumbuhan tertinggi ada di Bandung Raya. Diikuti Cirebon, Sukabumi, dan Tasikmalaya. Pertumbuhan tersebut di topang oleh pasang baru dan penambahan jaringan pelanggan telepon rumah.
“Sampai laporan terakhir, pelanggan broadband nasional mencapai 2 juta pelanggan. Jabar menyumbang sekitar 230 ribu pelanggan broadband rumah,” jelas Binuri kepada wartawan di Bandung, Selasa (4/12/2012).
Pertumbuhan tersebut di topang oleh ekspansi Telkom pada layanan broadband speedy. Serta program pemerintah menggalakkan program 15 juta jaringan broadband di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut Binuri mengatakan, dalam upaya mendukung upaya pemerintah itu, tahun 2013 Telkom akan lebih ekspansif melakukan penetrasi pelanggan broadband di seluruh Jabar. Pada periode tersebut, Telkom menargetkan bisa menambah pelanggan broadband menjadi 500 ribu pelanggan. Atau menargekan pertumbuhan pelanggan sekitar sekitar 270 ribu pelanggan.
“Target tersebut opitimistis tercapai, melalui sejumlah program yang akan kami galakkan. Seperti intertet instan serta menggandeng kerjasama dengan sejumlah pengembang perumahan di Jabar,” kata dia.
Program internet instan, lanjut dia, bisa diakses oleh siapapun yang menggunakan kartu speedy atau kartu Telkomsel. Sementara penetrasi di sektor perumahan, Telkom menggandeng kerjasama dengan pengembang di beberapa kawasan.
Pihaknya, lanjut Binuri, telah melakukan perjanjian kerjasama dengan 25 pengembang perumahan di Jabar untuk pemasangan jaringan telepon Telkom. Jaringan tersebut bisa mengakses telepon rumah, internet, dan tv.
“Saat ini, baru ada dua perumahan yang fully broadband. Yaitu Perumahan Lingga Hara dan Pesona Bali. Dua kawasan itu seluruhnya telah menggunakan jaringan kami,” kata dia. Dalam beberapa waktu kedepan, Telkom juga akan memasang jaringan broadband di perumahan Batununggal dan Kota Baru Parahyangan.
Ketika disinggung soal investasi, Binuri mengatakan, untuk memenuhi 500 ribu pelanggan baru serta mengkoneksikan sekitar 15 juta sambungan wife, Telkom telah mengalokasikan anggaran triliunan rupiah. Dana tersebut untuk membangun sistem dan jaringan baru termasuk jaringan wife di perumahan.
Diakui dia, upaya penetrasi Telkom pada sektor broadband tak lepas upaya BUMN ini mendukung percepatan pembangunan nasional. Saat ini, pengguna broadband di Indonesia masih lebih kecil dari Vietnam. Padahal, rata-rata pendapatan penduduk di Indonesia lebih besar dari Negara itu.
General Manager PT Telkom Indonesia Regional III Jabar Binuri mengatakan, pertumbuhan pengguna broadband sebesar 10 persen di dominasi di kawasan perkotaan. Pertumbuhan tertinggi ada di Bandung Raya. Diikuti Cirebon, Sukabumi, dan Tasikmalaya. Pertumbuhan tersebut di topang oleh pasang baru dan penambahan jaringan pelanggan telepon rumah.
“Sampai laporan terakhir, pelanggan broadband nasional mencapai 2 juta pelanggan. Jabar menyumbang sekitar 230 ribu pelanggan broadband rumah,” jelas Binuri kepada wartawan di Bandung, Selasa (4/12/2012).
Pertumbuhan tersebut di topang oleh ekspansi Telkom pada layanan broadband speedy. Serta program pemerintah menggalakkan program 15 juta jaringan broadband di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut Binuri mengatakan, dalam upaya mendukung upaya pemerintah itu, tahun 2013 Telkom akan lebih ekspansif melakukan penetrasi pelanggan broadband di seluruh Jabar. Pada periode tersebut, Telkom menargetkan bisa menambah pelanggan broadband menjadi 500 ribu pelanggan. Atau menargekan pertumbuhan pelanggan sekitar sekitar 270 ribu pelanggan.
“Target tersebut opitimistis tercapai, melalui sejumlah program yang akan kami galakkan. Seperti intertet instan serta menggandeng kerjasama dengan sejumlah pengembang perumahan di Jabar,” kata dia.
Program internet instan, lanjut dia, bisa diakses oleh siapapun yang menggunakan kartu speedy atau kartu Telkomsel. Sementara penetrasi di sektor perumahan, Telkom menggandeng kerjasama dengan pengembang di beberapa kawasan.
Pihaknya, lanjut Binuri, telah melakukan perjanjian kerjasama dengan 25 pengembang perumahan di Jabar untuk pemasangan jaringan telepon Telkom. Jaringan tersebut bisa mengakses telepon rumah, internet, dan tv.
“Saat ini, baru ada dua perumahan yang fully broadband. Yaitu Perumahan Lingga Hara dan Pesona Bali. Dua kawasan itu seluruhnya telah menggunakan jaringan kami,” kata dia. Dalam beberapa waktu kedepan, Telkom juga akan memasang jaringan broadband di perumahan Batununggal dan Kota Baru Parahyangan.
Ketika disinggung soal investasi, Binuri mengatakan, untuk memenuhi 500 ribu pelanggan baru serta mengkoneksikan sekitar 15 juta sambungan wife, Telkom telah mengalokasikan anggaran triliunan rupiah. Dana tersebut untuk membangun sistem dan jaringan baru termasuk jaringan wife di perumahan.
Diakui dia, upaya penetrasi Telkom pada sektor broadband tak lepas upaya BUMN ini mendukung percepatan pembangunan nasional. Saat ini, pengguna broadband di Indonesia masih lebih kecil dari Vietnam. Padahal, rata-rata pendapatan penduduk di Indonesia lebih besar dari Negara itu.
(gpr)
Lihat Juga :