Bisnis jasa konstruksi optimistis tumbuh

Selasa, 04 Desember 2012 - 18:34 WIB
Bisnis jasa konstruksi...
Bisnis jasa konstruksi optimistis tumbuh
A A A
Sindonews.com - Pelaku jasa konstruksi optimistis sektor tersebut akan tumbuh seiring perubahan Perpres No. 54/2010 menjadi Perpres No. 70/2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Penyuluh Hukum.

Salah satu pelaku usaha jasa konstruksi di Jabar Sahat Sitohang mengatakan, segera diberlakukannya Perpres No 70/2012 akan memberi angin segar bagi pelaku jasa konstruksi berskala kecil di Kota Bandung. Salah satu poin penting pada Perpres itu yaitu untuk proyek di bawah Rp200 juta tidak dilakukan melalui mekanisme lelang. Pada Perpres Ni 54/2010, proyek diatas Rp100 juta harus melalui lelang.

“Ini kesempatan bagi pelaku jasa kontruksi berskala kecil bisa terlibat pada proyek-proyek konstruksi berskala lokal atau nasional,” kata Sahat di sela-sela Sosialisasi Perpres No 70/2012 di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (4/12/2012).

Diketahui, pelaku jasa konstruksi berskala kecil selalu terkendala oleh sejumlah persoalan. Termasuk soal lelang. Pelaku jasa konstruksi berskala kecil kesulitan ikut lelang karena bersaing dengan pengusaha berskala besar.

Selain itu, lanjut dia, manfaat Perpres No 70/2012 yaitu tidak diberlakukannya jaminan untuk proyek di bawah Rp200 juta. Selama ini, lanjut dia, jaminan tersebut menjadi kendala bagi pelaku jasa konstruksi. Namun demikian, aturan tersebut menjadi pertaruhan bagi penyedia jasa kontruksi untuk memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan kontrak.

Hal serupa juga dikemukakan Ketua BPC Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Deden Y Hidayat. Menurut dia, peluang tersebut mestinya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku jasa konstruksi berskala kecil. Yaitu ikut pada berbagai tender pelaksanaan proyek lokal dan nasional.

Namun demikian, lanjut dia, upaya tersebut mestinya diikuti peran serta pelaku jasa konstruksi untuk meningkatkan sumber daya manusia yang bergerak pada sektor tersebut. Yaitu menyediakan tenaga kerja jasa konstruksi spesialis.

“Mereka harus menyediakan tenaga kerja spesialis untuk spesifikasi tertentu. Ini salah satu upaya meningkatkan kualitas dan mutu proyek,” jelas dia.

Diektahui, perusahaan penyedia jasa konstruksi spesialis di Indonesia masih sangat minim. Padahal, pertumbuhan pembangunan insfrastruktur, gedung, dan kawasan perumahan membutuhkan ahli konstruksi dengan spesifikasi khusus.

SDM dengan spesifikasi spesialis akan memberi dampak signfikan pada industri yang bergerak di sektor ini. Paling tidak, bisa bersaing dengan pengusaha besar lainnya.

Apalgi, perusahaan jasa konstruksi berskala besar juga masih sangat minim. Dari 180.000 perusahaan kontraktor di Indonesia, 87 persen di antaranya merupakan perusahaan jasa konstruksi kecil, 12 persen perusahaan menengah, sedangkan perusahaan besar baru 1 persen. Artinya, perusahaan jasa kontruksi berskala kecil bisa menjadi besar apabila menggarap spesifikasi khusus.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duet Aswandi-Desiderius...
Duet Aswandi-Desiderius Viby Indrayana Pimpin ASPEKNAS
Dihantam Pandemi Covid-19,...
Dihantam Pandemi Covid-19, Pengusaha Konstruksi Ini Mampu Bertahan
Bisnis Konstruksi Terkendala...
Bisnis Konstruksi Terkendala Pandemi, Totalindo Tetap Bertahan
Mendorong Percepatan...
Mendorong Percepatan Regulasi dan Akses UMKM dalam Sektor Konstruksi
Penguatan Konstruksi...
Penguatan Konstruksi Industri dan Komersial Dorong Surabaya Jadi Pusat Bisnis Megapolitan
Sektor Jasa Konstruksi...
Sektor Jasa Konstruksi Kena Imbas Pelemahan Kurs Rupiah, Ini Tantangannya
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
8 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
10 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
14 jam yang lalu
Infografis
Birokrasi Rumit, Banyak...
Birokrasi Rumit, Banyak Bisnis Hengkang dari Uni Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved