Pertumbuhan kredit BPR DIY tembus 17%
Rabu, 05 Desember 2012 - 17:12 WIB
Pertumbuhan kredit BPR DIY tembus 17%
A
A
A
Sindonews.com - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) DIY optimistis, kredit yang dicairkan oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pada akhir tahun akan tumbuh hingga 20 persen. Sebab pada periode Oktober, pertumbuhan kredit ini sudah mencapai 17,4 persen.
“Pasti pertumbuhannya akan sampai 20 persen sampai akhir tahun nanti,” jelas Ketua Perbarindo DIY Teddy Alamsyah di DIY, Rabu (5/12/2012).
Menurutnya, data dari Bank Indonesia pada Oktober pertumbuhan kreditnya sudah mencapai Rp2,5 triliun yang setara dengan 17,4 persen. Ini merupakan akumulasi kredit dan pembiayaan dari 64 BPR baik BPR konvensional mapun BPR Syariah.
Tingginya pertumbuhan ini, tidak lepas dari bidikan yang dilakukan oleh BPR lebih tepat. Kebanyakan BPR menggarap sektor riil, UKM maupun UMKM. Ini menjadi peluang bisnis yang menggiurkan karena pertumbuhan pelaku usaha cukup tinggi. Bahkan BPR harus rela bersaing dengan bank umum yang ikut mengincar sektor mikro.
“Persaingan ketat, tidak hanya antar BPR tetapi juga bank umum. Tetapi kami tetap optimis BPR masih bisa tumbuh,” terangnya.
Untuk Non Performing Loan (NPL), BPR DIY Oktober 2012 mencapai 5,86 persen. Angka ini cukup mengkhawatirkan karena sudah di atas ambang batas 5 persen. Sebab kucuran kredit ini banyak yang dipakai pada sisi modal kerja.
“BPR kita tetap sehat, karena ukurannya, tidak hanya dari NPL, masih banyak faktor lain,” jelasnya.
Sementara itu Direktur PD BPR Bank Pasar Kulonprogo, Rita Purwanti Erni Widiastuti mengatakan pada Oktober lalu, total kredit yang dikucurkan mencapai Rp180 milliar. Ini menunjukkan petumbuhan kredit mencapai 17 persen. “Kredit kita bagus, dan NPL hanya 2,4 persen,” tuturnya.
“Pasti pertumbuhannya akan sampai 20 persen sampai akhir tahun nanti,” jelas Ketua Perbarindo DIY Teddy Alamsyah di DIY, Rabu (5/12/2012).
Menurutnya, data dari Bank Indonesia pada Oktober pertumbuhan kreditnya sudah mencapai Rp2,5 triliun yang setara dengan 17,4 persen. Ini merupakan akumulasi kredit dan pembiayaan dari 64 BPR baik BPR konvensional mapun BPR Syariah.
Tingginya pertumbuhan ini, tidak lepas dari bidikan yang dilakukan oleh BPR lebih tepat. Kebanyakan BPR menggarap sektor riil, UKM maupun UMKM. Ini menjadi peluang bisnis yang menggiurkan karena pertumbuhan pelaku usaha cukup tinggi. Bahkan BPR harus rela bersaing dengan bank umum yang ikut mengincar sektor mikro.
“Persaingan ketat, tidak hanya antar BPR tetapi juga bank umum. Tetapi kami tetap optimis BPR masih bisa tumbuh,” terangnya.
Untuk Non Performing Loan (NPL), BPR DIY Oktober 2012 mencapai 5,86 persen. Angka ini cukup mengkhawatirkan karena sudah di atas ambang batas 5 persen. Sebab kucuran kredit ini banyak yang dipakai pada sisi modal kerja.
“BPR kita tetap sehat, karena ukurannya, tidak hanya dari NPL, masih banyak faktor lain,” jelasnya.
Sementara itu Direktur PD BPR Bank Pasar Kulonprogo, Rita Purwanti Erni Widiastuti mengatakan pada Oktober lalu, total kredit yang dikucurkan mencapai Rp180 milliar. Ini menunjukkan petumbuhan kredit mencapai 17 persen. “Kredit kita bagus, dan NPL hanya 2,4 persen,” tuturnya.
(gpr)
Lihat Juga :