BI: Ekspor Indonesia 2013 akan pulih
Kamis, 06 Desember 2012 - 15:27 WIB
BI: Ekspor Indonesia 2013 akan pulih
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) memprediksi ekspor Indonesia khususnya beberapa komoditas utama akan kembali pulih di tahun 2013. Salah satu indikatornya adalah ekspansi sektor manufaktur di China dan Jepang.
"Kita yakin ekspor akan pulih kembali karena kalau kita lihat ekspansi manufacturing di China dan Jepang," ujar Direktur Departemen Perencanaan Stategis dan Hubungan Masyarakat BI Difi A. Johansyah di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Difi menjelaskan, hal ini akan terjadi secara otomatis. Ketika ekspansi maka sektor manufaktur di kedua negara tersebut akan ciptakan perbaikan. Kemudian akan berlanjut dampak ke barang impor dari Indonesia.
"Itu mulai menunjukan tanda-tanda perbaikan dan kalau manufacturing di China menaik biasanya ekspor kita juga naik," jelasnya.
Seperti yang diketahui, kondisi ekspor Indonesia memang mengalami penurunan saat ini, apalagi ditambah dengan semakin melonjaknya impor. Sehingga membuat neraca perdagangan, sampai bulan Oktober lalu tercatat defisit. Kemungkinan untuk mencapai surplus memang masih ada, akan tetapi waktu yang tersisa hanya satu bulan lagi.
"Kita yakin ekspor akan pulih kembali karena kalau kita lihat ekspansi manufacturing di China dan Jepang," ujar Direktur Departemen Perencanaan Stategis dan Hubungan Masyarakat BI Difi A. Johansyah di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Difi menjelaskan, hal ini akan terjadi secara otomatis. Ketika ekspansi maka sektor manufaktur di kedua negara tersebut akan ciptakan perbaikan. Kemudian akan berlanjut dampak ke barang impor dari Indonesia.
"Itu mulai menunjukan tanda-tanda perbaikan dan kalau manufacturing di China menaik biasanya ekspor kita juga naik," jelasnya.
Seperti yang diketahui, kondisi ekspor Indonesia memang mengalami penurunan saat ini, apalagi ditambah dengan semakin melonjaknya impor. Sehingga membuat neraca perdagangan, sampai bulan Oktober lalu tercatat defisit. Kemungkinan untuk mencapai surplus memang masih ada, akan tetapi waktu yang tersisa hanya satu bulan lagi.
(gpr)
Lihat Juga :