Harga solar dinaikkan, menghemat APBN 2013 Rp20 T
Kamis, 06 Desember 2012 - 17:41 WIB
Harga solar dinaikkan, menghemat APBN 2013 Rp20 T
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Energi dari Pusat Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria mengusulkan, bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dinaikan agar krisis kuota BBM bersubsidi tidak lagi menjadi langganan tiap tahun pemerintahan SBY.
Selain itu, dengan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis solar diduga mampu menghemat APBN 2013 sebesar Rp20 triliun. “Kenaikan harga solar akan lebih dimaklumi ketimbang BBM untuk jenis premium,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Menurut dia, kenaikan harga BBM bersubsidi dapat menghemat BBM bersubsidi sebesar 5 juta kiloliter pada tahun depan. Disamping itu, Sofyano juga meminta kepada pemerintah agar BBM bersubsidi jenis solar hanya dialokasikan untuk angkutan umum dan nelayan.
“Sehingga pemborosan dapat ditekan sedemikian rupa sekaligus penyelundupan yang memang banyak terjadi di wilayah tambang,” ungkap dia.
Seperti diberitakan, pada 2013, kuota BBM bersubsidi jenis solar ditetapkan sebanyak 15,11 juta kiloliter. Dengan adanya penghapusan penggunaan solar untuk kendaraan biasa, Sofyano berharap kuota BBM bersubsidi tidak akan jebol seperti tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, dengan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis solar diduga mampu menghemat APBN 2013 sebesar Rp20 triliun. “Kenaikan harga solar akan lebih dimaklumi ketimbang BBM untuk jenis premium,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Menurut dia, kenaikan harga BBM bersubsidi dapat menghemat BBM bersubsidi sebesar 5 juta kiloliter pada tahun depan. Disamping itu, Sofyano juga meminta kepada pemerintah agar BBM bersubsidi jenis solar hanya dialokasikan untuk angkutan umum dan nelayan.
“Sehingga pemborosan dapat ditekan sedemikian rupa sekaligus penyelundupan yang memang banyak terjadi di wilayah tambang,” ungkap dia.
Seperti diberitakan, pada 2013, kuota BBM bersubsidi jenis solar ditetapkan sebanyak 15,11 juta kiloliter. Dengan adanya penghapusan penggunaan solar untuk kendaraan biasa, Sofyano berharap kuota BBM bersubsidi tidak akan jebol seperti tahun-tahun sebelumnya.
(gpr)
Lihat Juga :