Akhirnya, Bakrie bangun pipa gas Tambak Lorok
Senin, 10 Desember 2012 - 11:32 WIB
Akhirnya, Bakrie bangun pipa gas Tambak Lorok
A
A
A
Sindonews.com - Setelah memenangkan lelang pada 28 Juli 2006, akhirnya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memulai pembangunan pipa transmisi gas Kalimantan-Jawa Tengah (Kalija) ruas Kepodang-Tambak Lorok.
"Hari ini adalah hari bersejarah. Yang namanya pipa Kalimantan-Jawa dimenangkan oleh BNBR tahun 2006, maka inilah pembangunan fase pertama," ujar Direktur Utama BNBR, Gaffur S Umar dalam acara Penandatanganan Gas Transportation Agreement di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Gaffur berjanji, pembangunan pipa gas ruas ini akan selesai pada akhir tahun 2014. "Ini merupakan komitmen kita. Kita sudah menjadwalkan dan kami akan menepati akhir 2014," tuturnya.
Proyek tahap pertama Pipa Transmisi Gas Kalija sepanjang 210 km ini, lanjutnya, menghabiskan dana investasi sebesar USD175 juta. "Investasi, perhitungan terakhir kami perkiraan di Kepodang ini sekitar USD175 juta," ungkapnya.
Menurut dia, pembangunan pipa gas ini akan mengurangi beban subsidi listrik yang harus ditanggung pemerintah akibat mahalnya bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik. Selain itu, jaringan infrastruktur gas juga semakin luas.
"Nantinya mengalir akhir 2014 maka akan mengurangi beban subsidi pemerintah dan memperkuat infrastruktur jaringan gas," simpul Gaffur.
"Hari ini adalah hari bersejarah. Yang namanya pipa Kalimantan-Jawa dimenangkan oleh BNBR tahun 2006, maka inilah pembangunan fase pertama," ujar Direktur Utama BNBR, Gaffur S Umar dalam acara Penandatanganan Gas Transportation Agreement di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Gaffur berjanji, pembangunan pipa gas ruas ini akan selesai pada akhir tahun 2014. "Ini merupakan komitmen kita. Kita sudah menjadwalkan dan kami akan menepati akhir 2014," tuturnya.
Proyek tahap pertama Pipa Transmisi Gas Kalija sepanjang 210 km ini, lanjutnya, menghabiskan dana investasi sebesar USD175 juta. "Investasi, perhitungan terakhir kami perkiraan di Kepodang ini sekitar USD175 juta," ungkapnya.
Menurut dia, pembangunan pipa gas ini akan mengurangi beban subsidi listrik yang harus ditanggung pemerintah akibat mahalnya bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik. Selain itu, jaringan infrastruktur gas juga semakin luas.
"Nantinya mengalir akhir 2014 maka akan mengurangi beban subsidi pemerintah dan memperkuat infrastruktur jaringan gas," simpul Gaffur.
(gpr)
Lihat Juga :