Bakrie pasok gas, PLN hemat Rp1,8 T
Senin, 10 Desember 2012 - 11:44 WIB
Bakrie pasok gas, PLN hemat Rp1,8 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero menyambut gembira penandatanganan Gas Transportation Agreement (GTA) Ruas Transmisi Kepodang-Tambak Lorok antara PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan PC Muriah dan PT PLN hari ini. Pasalnya, PLN bisa menghemat anggaran hingga Rp1,8 triliun berkat pasokan gas dari BNBR ini.
"Terima kasih kepada Bakrie. Alhamdulillah Juli 2013 Tambak Lorok sudah dapat gas. Saving yang bisa kita dapatkan kurang lebih Rp1.800 per kwh, per tahun Rp1,8 triliun," jelas Direktur Utama PT Indonesian Power Joko Hastowo dalam acara Penandatanganan GTA Ruas Kepodang-Tambak Lorok di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Joko menuturkan, pembangkit listrik di Tambak Lorok telah dua tahun dimatikan karena tidak mendapat suplai gas karena akan sangat menghabiskan anggaran bila dihidupkan menggunakan bahan bakar minyak (BBM). "Sudah hampir dua tahun Tambak Lorok mati. Kami matikan untuk mengurangi penggunaan BBM," kata dia.
Dengan adanya pasokan gas ini, lanjut Joko, PLN bisa menambah pasokan listrik hingga 500 MW. "Kurang lebih 500-an MW bisa dihidupkan," ungkapnya.
Karena itu, Joko meminta agar proyek ini segera terealisasi, sehingga beban subsidi listrik yang ditanggung pemerintah untuk menutupi kerugian PLN semakin berkurang. "Makin cepat makin baik, sehingga subsidi pemerintah makin berkurang," tutur dia.
"Terima kasih kepada Bakrie. Alhamdulillah Juli 2013 Tambak Lorok sudah dapat gas. Saving yang bisa kita dapatkan kurang lebih Rp1.800 per kwh, per tahun Rp1,8 triliun," jelas Direktur Utama PT Indonesian Power Joko Hastowo dalam acara Penandatanganan GTA Ruas Kepodang-Tambak Lorok di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Joko menuturkan, pembangkit listrik di Tambak Lorok telah dua tahun dimatikan karena tidak mendapat suplai gas karena akan sangat menghabiskan anggaran bila dihidupkan menggunakan bahan bakar minyak (BBM). "Sudah hampir dua tahun Tambak Lorok mati. Kami matikan untuk mengurangi penggunaan BBM," kata dia.
Dengan adanya pasokan gas ini, lanjut Joko, PLN bisa menambah pasokan listrik hingga 500 MW. "Kurang lebih 500-an MW bisa dihidupkan," ungkapnya.
Karena itu, Joko meminta agar proyek ini segera terealisasi, sehingga beban subsidi listrik yang ditanggung pemerintah untuk menutupi kerugian PLN semakin berkurang. "Makin cepat makin baik, sehingga subsidi pemerintah makin berkurang," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :