UMKM sektor produksi di Jabar turun

Senin, 10 Desember 2012 - 15:41 WIB
UMKM sektor produksi...
UMKM sektor produksi di Jabar turun
A A A
Sindonews.com - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak pada sektor produksi mulai menyusut. Sektor produksi mulai ditinggalkan dan beralih ke sektor jasa.

Menurut Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang UMKM dan Koperasi Iwan Gunawan, sejumlah UMKM di Jabar mulai beralih menggarap bisnis lainnya, terutama sektor jasa perdagangan. Perpindahan tersebut, disebabkan menurunnya serapan sektor produksi. Seperti olahan makana, fesyen, serta produk lainnya.

"Pelaku UMKM lebih memilih sektor jasa, terutama perdagangan. Karena resikonya tidak terlalu besar," jelas Iwan Gunawan di Bandung, Senin (10/12/2012).

Lain halnya dengan sektor produksi, mereka mesti menghadapi persaingan pasar di tengah banyaknya gempuran produk impor. Perpindahan bisnis pelaku UMKM dipastikan akan berdampak pada perekonomian Jabar.

Industri UMKM yang awalnya merekrut banyak tenaga kerja, kini tidak lagi menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Ketika menggarap sektor perdagangan, UMKM hanya mampu memeperoleh margin berdasarkan harga jual produk.

"Berbeda ketika UMKM menggarap sektor produksi, mereka mendapat keuntungan dari produk dan penjualan. Serta mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar," beber Iwan.

Perlambatan sektor tersebut, lanjut Iwan juga tampak pada minimnya penyaluran kredit perbankan di Jabar. Kondisi tersebut menunjukkan melambatnya sektor produksi. Karena, pinjaman modal pada sektor jasa perdagangan cenderung statis. Sektor perdagangan juga cenderung mengandalkan produk industri besar termasuk impor.

Diakui Iwan, melemahnya sektor produksi UMKM disebabkan minimnya perhatian pemerintah pada sektor ini. Masuknya investasi asing ke dalam negeri yang diharapkan mampu mendorong produk UMKM, belum memberi dampak signifikan.

"Justru investasi kurang memberi andil terhadap ekonomi sekitarnya. Investor enggan menggunakan komponen produk lokal," jelas Iwan.

Semestinya, pemerintah daerah dan pusat, membuat regulasi agar industri besar mesti memanfaatkan produk lokal. Dengan begitu, UMKM yang bergerak pada sektor produksi bisa berkembang.

Investasi pada kawasan tertentu, hanya mampu menyerap tenaga kerja. Tak heran, kondisi tersebut hanya memunculkan urbanisasi serta persoalan lingkungan.

"Pemerintah daerah semestinya tidak hanya mempertimbangkan soal peningkatan pajak. Tapi mesti mempertimbangankan eksonomi masyarakat di sekitarnya," kata dia.

Ketika disinggung soal kualitas produk UMKM yang masih rendah, Iwan mengatakan, kulitas produk bisa terpenuhi apabila ada permintaan. Sementara, selama ini pelaku UMKM tidak di beri kesempatan menggarap komponen atau makanan tertentu. "Selama tidak di kasih kesempatan, palaku UMKM akan sulit bersaing," imbuh Iwan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
8 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
11 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
12 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
13 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
15 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved