Pengembang kesulitan bangun rumah murah di Depok
Selasa, 11 Desember 2012 - 15:47 WIB
Pengembang kesulitan bangun rumah murah di Depok
A
A
A
Sindonews.com - Pengadaan rumah murah di Depok saat ini sangat sulit. Padahal, 10 tahun lalu Depok merupakan kota tujuan hunian yang murah.
Kini seiring berkembangnya kawasan hunian menjadikan harga lahan dan rumah di Depok semakin tinggi. Sehingga banyak warga yang terpaksa memilih ke arah Bogor daripada Depok dengan alasan ekonomi.
Untuk rumah tipe 27 saja sudah tidak mungkin dijual dengan harga di bawah Rp100 juta. “Untuk type rumah RSS di Depok tidak ada lagi. Karena, untuk aturan maupun harga bangunan dan tanah tidak memungkinkan. Akibatnya, warga sini (Depok) lebih memilih beli rumah di Bogor dan lainnya yang masih mendaptkan izin membangun rumah RSS,” kata Komisaris Tugu Pasir Mas, Sawangan, Abdul Halim, Selasa (11/12/2012).
Halim menuturkan, untuk saat ini type 30 dengan luas lahan 72 meter dengan cicilan Rp 1,8 juta/bulan menjadi tren. Terlebih lagi, persyaratan uang muka sudah dipermudah pemerintah dalam bentuk subsidi ataupun pinjaman melalui bank.
“Sekarang ini untuk uang muka sebenarnya sudah dipermudah melalui subsidi dan perbankan,” ujar pengembang sejumlah perumahan di berbagai daerah ini.
Dikatakannya, untuk rumah susun di Depok masih sepi peminat. Ia mencontohkan, untuk Rusunawa di Tapos juga sampai saat ini belum beroperasi. Sedangkan, untuk apartemen hanya menarik di kawasan Margonda dengan peminatnya rata-rata pasangan muda. “Masih banyak masyarakat berminat pada rumah dengan harga terjangkau,” tukasnya.
Ketua Kadin Kota Depok Wing Iskandar mengaku sulit mewujudkan rumah murah. Pasalnya, mahalnya harga tanah maupun bahan material rumah menjadi kendala dalam mewujudkannya.
Meski begitu, imbuhnya, bisnis proerti di Depok selalu laris manis. Menurutnya, kota Depok patut diperhitungkan untuk hunian. Salah satunya lingkungan, air tanah dan lainnya turut menjadi daya tarik perumahan di Depok menjadi magnet bagi masyarakat umum.
“Bisnis perumahan di Depok ini sedang bagus-bagusnya. Cuma, untuk type rumah murah tidak ada,” terangnya.
Kini seiring berkembangnya kawasan hunian menjadikan harga lahan dan rumah di Depok semakin tinggi. Sehingga banyak warga yang terpaksa memilih ke arah Bogor daripada Depok dengan alasan ekonomi.
Untuk rumah tipe 27 saja sudah tidak mungkin dijual dengan harga di bawah Rp100 juta. “Untuk type rumah RSS di Depok tidak ada lagi. Karena, untuk aturan maupun harga bangunan dan tanah tidak memungkinkan. Akibatnya, warga sini (Depok) lebih memilih beli rumah di Bogor dan lainnya yang masih mendaptkan izin membangun rumah RSS,” kata Komisaris Tugu Pasir Mas, Sawangan, Abdul Halim, Selasa (11/12/2012).
Halim menuturkan, untuk saat ini type 30 dengan luas lahan 72 meter dengan cicilan Rp 1,8 juta/bulan menjadi tren. Terlebih lagi, persyaratan uang muka sudah dipermudah pemerintah dalam bentuk subsidi ataupun pinjaman melalui bank.
“Sekarang ini untuk uang muka sebenarnya sudah dipermudah melalui subsidi dan perbankan,” ujar pengembang sejumlah perumahan di berbagai daerah ini.
Dikatakannya, untuk rumah susun di Depok masih sepi peminat. Ia mencontohkan, untuk Rusunawa di Tapos juga sampai saat ini belum beroperasi. Sedangkan, untuk apartemen hanya menarik di kawasan Margonda dengan peminatnya rata-rata pasangan muda. “Masih banyak masyarakat berminat pada rumah dengan harga terjangkau,” tukasnya.
Ketua Kadin Kota Depok Wing Iskandar mengaku sulit mewujudkan rumah murah. Pasalnya, mahalnya harga tanah maupun bahan material rumah menjadi kendala dalam mewujudkannya.
Meski begitu, imbuhnya, bisnis proerti di Depok selalu laris manis. Menurutnya, kota Depok patut diperhitungkan untuk hunian. Salah satunya lingkungan, air tanah dan lainnya turut menjadi daya tarik perumahan di Depok menjadi magnet bagi masyarakat umum.
“Bisnis perumahan di Depok ini sedang bagus-bagusnya. Cuma, untuk type rumah murah tidak ada,” terangnya.
(gpr)
Lihat Juga :