Q4, rupiah lepas dari tekanan depresiasi
Selasa, 11 Desember 2012 - 16:18 WIB
Q4, rupiah lepas dari tekanan depresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan tekanan depresiasi (pelemahan) rupiah akan berakhir pada kuartal IV, setelah dua kuartal sebelumnya mengalami kondisi yang buruk. Pada kuartal terakhir tahun ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan bergerak stabil didukung kebijakan yang ditempuh BI.
"Ini terutama akibat ketidakpastian ekonomi global dan tekanan pada neraca pembayaran Indonesia," kata Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dody Budi Waluyo, di Gedung BI, Jakarta, Selasa (11/12/2012)
Kuartal IV, menurutnya, intensitas depresiasi rupiah akan bergerak stabil sesuai dengan tingkat fundamentalnya. Pada bulan November 2012, rupiah secara point to point menguat sebesar 0,12 persen (mtm) ke level Rp9.594 per USD.
"Secara rata-rata rupiah melemah 0,25 persen (mtm) menjadi Rp9.617 per USD," jelasnya.
Kedepan nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak stabil didukung oleh kondisi neraca pembayaran yang diperkirakan akan tetap surplus. Neraca pembayaran Indonesia (NPI) mengalami surplus pada kuartal III dan meningkat pada kuartal IV 2012, setelah sempat defisit pada dua kuartal sebelumnya.
"Ini terutama akibat ketidakpastian ekonomi global dan tekanan pada neraca pembayaran Indonesia," kata Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dody Budi Waluyo, di Gedung BI, Jakarta, Selasa (11/12/2012)
Kuartal IV, menurutnya, intensitas depresiasi rupiah akan bergerak stabil sesuai dengan tingkat fundamentalnya. Pada bulan November 2012, rupiah secara point to point menguat sebesar 0,12 persen (mtm) ke level Rp9.594 per USD.
"Secara rata-rata rupiah melemah 0,25 persen (mtm) menjadi Rp9.617 per USD," jelasnya.
Kedepan nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak stabil didukung oleh kondisi neraca pembayaran yang diperkirakan akan tetap surplus. Neraca pembayaran Indonesia (NPI) mengalami surplus pada kuartal III dan meningkat pada kuartal IV 2012, setelah sempat defisit pada dua kuartal sebelumnya.
(rna)
Lihat Juga :