Menkeu minta Menhub-Gubernur segera bahas MRT

Rabu, 12 Desember 2012 - 13:39 WIB
Menkeu minta Menhub-Gubernur...
Menkeu minta Menhub-Gubernur segera bahas MRT
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menegaskan, perubahan komposisi pembiayaan mass rapid transit (MRT) masih perlu pembicaraan dengan berbagai pihak.

Sejumlah pihak yang dimaksud, yakni Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian Perhubungan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

"Tapi yang paling depan untuk mendiskusikan adalah Menhub dan Pemda DKI. Harus dirembuk (didiskusikan), kirim dulu surat, nanti kita bahas," ujar Agus di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (12/12/2012).

Poin yang perlu dibahas bersama dengan sejumlah pihak tersebut, Agus menjelaskan, sebenarnya bukan pada komposisi. Menurut dia, yang harus ditekankan adalah biaya proyek pembangunan MRT. Dia masih mempertanyakan kewajaran dari nilai yang sudah dipatok dan disepakati beberapa waktu lalu.

"Jadi, jangan berpikir mana pusat dan mana daerah. Tapi yang wajar adalah project cost-nya wajar atau tidak?" jelas mantan orang nomor satu di Bank Mandiri tersebut.

Pembiayaan yang mahal, kata Agus, akan memberi dampak pada harga tiket penumpang, yang dimungkinkan dapat mencapai Rp36 ribu. Agus mengaku, angka tersebut dinilai mahal untuk diterapkan di negara ini.

"Project cost-nya itu memadai atau tidak? Apakah kalau sebagian di atas tanah, sebagian di bawah tanah, harga segitu cocok atau tidak? Karena kalau harga proyeknya nilainya berapa, kalau ditanggung oleh pusat kan yang nanggung masyarakat juga, ditanggung daerah yang nanggung juga masyarakat," paparnya.

Agus menyarankan, jangan berpikir untuk memberatkan pusat ataupun daerah terkait pembiayaan pembangunan MRT. Namun, bagaimana caranya agar rakyat tidak menanggung beban yang berat atas penggunaan transportasi massa itu nantinya. Karena itu, dia meminta agar pembahasan mengenai hal ini segera dilakukan bersama sejumlah pihak terkait.

"Kita tidak bisa ubah komposisi hanya berdasarkan orasi, tidak bisa! Ini harus dikaji dengan baik," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek MRT Jakarta Ditargetkan...
Proyek MRT Jakarta Ditargetkan Tuntas di 2028, Intip Progresnya
13 Tahun Tiang Pancang...
13 Tahun Tiang Pancang Jakarta Monorel Mangkrak
Terbang ke Jepang, Menhub...
Terbang ke Jepang, Menhub Nego Harga Proyek MRT
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Proyek MRT di Rawamangun...
Proyek MRT di Rawamangun Kebakaran
Pengerjaan MRT Fase...
Pengerjaan MRT Fase II, JPO Bank Indonesia Mulai Dibongkar
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
43 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
1 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved