Menkeu: Tanpa UU terorisme, ekonomi RI terancam

Rabu, 12 Desember 2012 - 15:35 WIB
Menkeu: Tanpa UU terorisme,...
Menkeu: Tanpa UU terorisme, ekonomi RI terancam
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan jika Rancangan Undang-Undang (RUU) Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme tidak disahkan sebelum tanggal 23 Februari 2013, maka standar kelayakan transaksi keuangan Indonesia di dunia Internasional akan diturunkan, bahkan ke posisi buruk.

"Kita bisa disamakan dengan negara yang danggap tidak layak bertransasksi internasional," ujar Agus di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (12/12/2012).

Agus menjelaskan, UU ini diperlukan seiring dengan posisi Indonesia pada G20. Indonesia dan Turki merupakan dua negara yang saat ini belum memiliki UU tersebut sehingga diperingatkan lembaga internasional yang merupakan bagian dari G20 bernama Financial Action Task Force (FATF).

Mengingat perekonomian yang sedang bagus di tengah krisis global, Agus sangat menyayangkan jika ada kondisi yang menghalangi, apalagi cuma dengan sebuah UU yang sebenarnya cukup penting diterapkan. "Itu kita bisa diturunkan jadi non cooperative jurisdiction country," tegas Agus.

Posisi itu membuat Indonesia terhitung sebagai negara yang juga tidak layak bertransaksi. Hal tersebut, menurutnya akan melenyapkan posisi Investment Grade yang selama ini menjadi daya tarik dunia untuk berinvestasi di Indonesia.

Agus sempat menyampaikan hal ini kehadapan Komisi XI DPR RI disela pembahasan Privatisasi Semen Baturaja. Dia meminta, komisi XI mendukung RUU yang saat ini juga sedang dibahas di Komisi III. "Nanti kan kita pembahasan, kan baru satu kali masa sidang," lanjutnya.

Agus meyakinkan langkah ini bukan berarti negara didikte oleh pihak asing. Tapi, disamping tidak merugikan negara dan dapat menjauhkan ekonomi dari hambatan, maka butuh untuk didukung.

"Saya gak bermaksud harus-harus, tapi kita menyelesaikan ini supaya, nanti sudah diputuskan masuk dalam kategori itu baru rame. Dan itu bentuk jangan sampai ekonomi kita bahaya," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
20 menit yang lalu
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
9 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
10 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
10 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
11 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
11 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved