Akhir Desember, soal utang swasta dibawa ke FKSSK

Kamis, 13 Desember 2012 - 19:32 WIB
Akhir Desember, soal...
Akhir Desember, soal utang swasta dibawa ke FKSSK
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengaku tingginya utang swasta saat ini sangat mengkhawatirkan. Saat ini diketahui utang tersebut sudah mencapai USD123 miliar atau berada di atas pemerintah yang hanya USD121 miliar.

Dia menyakatakan, akhir bulan ini akan membawa masalah ini ke Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) dimana juga mengikutsertakan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Kita akan bicarakan dengan FKSSK, sekarang sudah ada di deputi, nanti akan dibawa ke tingkat Mentri dan nantinya kita akan bahas ini," ungkap Agus di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/12/2012).

Sebelumnya, Agus mengutarakan tingginya utang ini akan berpengaruh pada kekuatan fundamental ekonomi. Bisa jadi kondisi krisis 1998 dapat terulang kembali.

Dia mengakui predikat investment grade membuat pinjaman dapat dilakukan dengan bunga yang murah. Jika pemerintah dan BUMN tidak melakukan pinjaman, maka swasta dapat mengambil alih. Namun, harusnya hal tersebut dilakukan dengan wajar.

"Kondisi yang wajar itu dihitung dari service coverage, rasio yang harus dibayar dengan rasio ekspornya. Jumlah itu sudah ada di 30 persen," ungkap Agus di Gedung DPR RI kemarin.

Agus khawatir jika tidak dikelola dengan baik, maka krisis masa lalu akan terulang kembali. Karena ada persoalan seperti ketidakpastian hukum atau kondisi yang membuat kreditur panik dan membuat pinjaman tersebut ditarik kembali.

"Yang terjadi shock itukan kemarin misalnya BP Migas dibubarkan, atau masuk dalam non cooperative jurisdiction. Nah, itu kan tadinya percaya kemudian tarik pinjamannya," tukasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
21 menit yang lalu
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
9 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
10 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
11 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
11 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
11 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved