Menkeu bantah suku bunga dalam negeri terlalu tinggi
Kamis, 13 Desember 2012 - 19:47 WIB
Menkeu bantah suku bunga dalam negeri terlalu tinggi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo tidak setuju jika dikatakan swasta melakukan utang ke luar negeri karena tingkat suku bunga di dalam negeri terlalu tinggi.
"Saya sama sekali tidak setuju," ungkap Agus kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Menurutnya, suku bunga di dalam negeri ternilai rendah apalagi setelah mendapatkan predikat investment grade. Dapat dilihat, lanjut Agus, pada perbankan dan Surat Utang Negara (SUN).
"Karena memang sedang rendah, kalau di awal tahun 2012 karena ada investment grade, tentu dibanding tahun lalu lebih murah lagi," jelasnya.
Agus menegaskan agar swasta menegakkan prinsip kehati-hatian apalagi dengan penawaran dana murah. Misalnya, dengan pinjaman jangka pendek, jangan digunakan untuk jangka panjang.
Kemudian, pinjaman dalam bentuk valuta asing (valas) jangan digunakan untuk investasi di rupiah. "Ini terlalu beresiko,"tandas Agus.
Sebelumnya, Agus mengaku tingginya utang swasta saat ini sangat mengkhawatirkan. Saat ini diketahui utang tersebut sudah mencapai USD123 miliar atau berada di atas pemerintah yang hanya USD121 miliar.
Dia menyakatakan, akhir bulan ini akan membawa masalah ini ke Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) dimana juga mengikutsertakan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Kita akan bicarakan dengan FKSSK, sekarang sudah ada di deputi, nanti akan dibawa ke tingkat Menteri dan nantinya kita akan bahas ini," ungkap Agus.
"Saya sama sekali tidak setuju," ungkap Agus kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Menurutnya, suku bunga di dalam negeri ternilai rendah apalagi setelah mendapatkan predikat investment grade. Dapat dilihat, lanjut Agus, pada perbankan dan Surat Utang Negara (SUN).
"Karena memang sedang rendah, kalau di awal tahun 2012 karena ada investment grade, tentu dibanding tahun lalu lebih murah lagi," jelasnya.
Agus menegaskan agar swasta menegakkan prinsip kehati-hatian apalagi dengan penawaran dana murah. Misalnya, dengan pinjaman jangka pendek, jangan digunakan untuk jangka panjang.
Kemudian, pinjaman dalam bentuk valuta asing (valas) jangan digunakan untuk investasi di rupiah. "Ini terlalu beresiko,"tandas Agus.
Sebelumnya, Agus mengaku tingginya utang swasta saat ini sangat mengkhawatirkan. Saat ini diketahui utang tersebut sudah mencapai USD123 miliar atau berada di atas pemerintah yang hanya USD121 miliar.
Dia menyakatakan, akhir bulan ini akan membawa masalah ini ke Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) dimana juga mengikutsertakan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Kita akan bicarakan dengan FKSSK, sekarang sudah ada di deputi, nanti akan dibawa ke tingkat Menteri dan nantinya kita akan bahas ini," ungkap Agus.
(gpr)
Lihat Juga :