Bakrie Telecom tidak berharap peningkatan kinerja
Selasa, 18 Desember 2012 - 13:58 WIB
Bakrie Telecom tidak berharap peningkatan kinerja
A
A
A
Sindonews.com - Dalam Public Expose PT Bakrie Telecom (BTEL) yang diadakan siang ini, BTEL tidak menargetkan peningkatan kinerja dibanding tahun 2011. BTEL hanya berharap kinerja 2012 sama dengan tahun 2011 lalu.
"Kita expect kurang lebih sama dengan 2011," ucap Wakil Direktur Utama BTEL Jastiro Abi di Mega Plaza, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Abi menambahkan, pihaknya belum dapat menyampaikan kinerja BTEL untuk kuartal ke-4 tahun 2012. Hasil kuartal ke-4 baru dapat disampaikan akhir tahun nanti. "Tahun 2012, lebih baik kita tunggu saja, untuk jelasnya tunggu akhir tahun," sambungnya.
Sebagai catatan, hingga September 2012, BTEL mencatat net loss sebesar Rp988,3 miliar. Kerugian tersebut terutama disebabkan oleh depresiasi nilai rupiah yang mempengaruhi nilai kewajiban BTEL dalam mata uang asing, termasuk beban bunganya.
Sebelumnya, BTEL mengklaim bahwa utang-utangnya sudah semakin berkurang dari waktu ke waktu. "Dari waktu ke waktu sejak tahun ini, kami sangat memperhatikan capital structure, kita sudah mengurangi utang, sudah kurang Rp650 miliar re-finance," papar Abi.
"Kita expect kurang lebih sama dengan 2011," ucap Wakil Direktur Utama BTEL Jastiro Abi di Mega Plaza, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Abi menambahkan, pihaknya belum dapat menyampaikan kinerja BTEL untuk kuartal ke-4 tahun 2012. Hasil kuartal ke-4 baru dapat disampaikan akhir tahun nanti. "Tahun 2012, lebih baik kita tunggu saja, untuk jelasnya tunggu akhir tahun," sambungnya.
Sebagai catatan, hingga September 2012, BTEL mencatat net loss sebesar Rp988,3 miliar. Kerugian tersebut terutama disebabkan oleh depresiasi nilai rupiah yang mempengaruhi nilai kewajiban BTEL dalam mata uang asing, termasuk beban bunganya.
Sebelumnya, BTEL mengklaim bahwa utang-utangnya sudah semakin berkurang dari waktu ke waktu. "Dari waktu ke waktu sejak tahun ini, kami sangat memperhatikan capital structure, kita sudah mengurangi utang, sudah kurang Rp650 miliar re-finance," papar Abi.
(gpr)
Lihat Juga :