DPK BPD DIY capai Rp5,2 M
Selasa, 18 Desember 2012 - 16:20 WIB
DPK BPD DIY capai Rp5,2 M
A
A
A
Sindonews.com - Bank Pembangunan Daerah (Bank BPD) DIY, berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) hingga Rp5,2 milliar per November lalu. Tabungan masih mendominasi dengan capaian sekitar 50 persen, sisanya dari giro dan deposito.
Direktur Utama Bank BPD DIY, Supriyatno mengatakan mayoritas dana yang dihimpun ini merupakan dana nasabah milik masyarakat. Meskipun asetnya banyak dimilik pemerintah daerah, namun sumbangsih masyarakat dalam menabung cukup tinggi. Terbukti dari dana yang berhasil dihimpun, sekitar 70 persen merupakan dana dari masyarakat.
“70 persen dana ini dari masyarakat, baru sisanya milik pemerintah,” jelas Supriyatno di DIY, Selasa (18/12/2012).
Memasuki usianya ke-51, ujar dia, Bank BPD juga berhasil melipatkan asset yang dimilikinya. Jika pada 2008 aset BPD hanya Rp2,7 triliun, kini telah menembus Rp6,3 triliun. Sedangkan laba yang diraih mencapai Rp138,7 milliar. Sedangkan kucuran kredit telah mencapai Rp3,3 triliun. “Ini menunjuk kepercayaana kepada masyarakat semakin baik,” tegasnya.
Salah satu komitmen untuk membantu masyarakat, ditunjukkan BPD dengan membantu satu unit mobil ambulance kepada PMI DIY. Mereka juga memberikan pendampingan kepada 240 UMKM yang ada di DIY dan kegiatan sosial donor darah.
Ketua PMI pusat Jusuf Kalla, memberikan apresiasi atas komitmen Bank BPD DIY. Dia berharap mobil ambulace yang diberikanbisa benar-benar bermanfaat. Apalagi Yogyakarta merupakan daerah rawan bencana. Mulai dari gempa, erupsi merapi hingga banjir dan tanah longsor.
“PMI harus bertindak cepat, dan siaga dengan ancaman bencana yang ada,” tutur Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla yang juga melepas studi banding UMKM binaan BPD ke Bandung, berharap ada hikmah yang bisa diraih. Setidaknya keberhasilan di lokasi tujuan, harus bisa diimplementasikan di Yogyakarta.
Direktur Utama Bank BPD DIY, Supriyatno mengatakan mayoritas dana yang dihimpun ini merupakan dana nasabah milik masyarakat. Meskipun asetnya banyak dimilik pemerintah daerah, namun sumbangsih masyarakat dalam menabung cukup tinggi. Terbukti dari dana yang berhasil dihimpun, sekitar 70 persen merupakan dana dari masyarakat.
“70 persen dana ini dari masyarakat, baru sisanya milik pemerintah,” jelas Supriyatno di DIY, Selasa (18/12/2012).
Memasuki usianya ke-51, ujar dia, Bank BPD juga berhasil melipatkan asset yang dimilikinya. Jika pada 2008 aset BPD hanya Rp2,7 triliun, kini telah menembus Rp6,3 triliun. Sedangkan laba yang diraih mencapai Rp138,7 milliar. Sedangkan kucuran kredit telah mencapai Rp3,3 triliun. “Ini menunjuk kepercayaana kepada masyarakat semakin baik,” tegasnya.
Salah satu komitmen untuk membantu masyarakat, ditunjukkan BPD dengan membantu satu unit mobil ambulance kepada PMI DIY. Mereka juga memberikan pendampingan kepada 240 UMKM yang ada di DIY dan kegiatan sosial donor darah.
Ketua PMI pusat Jusuf Kalla, memberikan apresiasi atas komitmen Bank BPD DIY. Dia berharap mobil ambulace yang diberikanbisa benar-benar bermanfaat. Apalagi Yogyakarta merupakan daerah rawan bencana. Mulai dari gempa, erupsi merapi hingga banjir dan tanah longsor.
“PMI harus bertindak cepat, dan siaga dengan ancaman bencana yang ada,” tutur Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla yang juga melepas studi banding UMKM binaan BPD ke Bandung, berharap ada hikmah yang bisa diraih. Setidaknya keberhasilan di lokasi tujuan, harus bisa diimplementasikan di Yogyakarta.
(gpr)
Lihat Juga :