Pengamat: Subsidi BBM membodohi rakyat
Rabu, 19 Desember 2012 - 17:15 WIB
Pengamat: Subsidi BBM membodohi rakyat
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Telisa Feliyanti berpendapat bahwa subsidi BBM membuat masyarakat tidak terdorong untuk melakukan inovasi di bidang energi.
"Harga yang tinggi akan mendorong pelaku ekonomi mencari barang substitusi," ujar Telisa Feliyanti dalam Sarasehan Perhimpunan Profesional Indonesia (PPI) di Menteng, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Feliyanti menjelaskan, harga BBM subsidi perlu dinaikkan agar masyarakat terdorong untuk mengembangkan energi terbarukan. "Dalam teori ekonomi, harga dulu yang berubah baru nanti tercipta inovasi," jelas dia.
Karena itu, pihaknya menyarankan pemerintah agar segera mengurangi subsidi BBM. "Secara teoritis, mekanisme harga lebih baik," simpul Feliyanti.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani memperingatkan bahwa kenaikan harga BBM akan mengakibatkan efek domino berupa kenaikan harga berbagai barang kebutuhan.
"Bukan masalah harga kenaikannya, tapi efek domino dari kenaikan BBM. Ini memberikan efek pada semua elemen, harga produksi naik, harga transportasi logistik naik, dan sebagainya," ucap Dewi.
"Harga yang tinggi akan mendorong pelaku ekonomi mencari barang substitusi," ujar Telisa Feliyanti dalam Sarasehan Perhimpunan Profesional Indonesia (PPI) di Menteng, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Feliyanti menjelaskan, harga BBM subsidi perlu dinaikkan agar masyarakat terdorong untuk mengembangkan energi terbarukan. "Dalam teori ekonomi, harga dulu yang berubah baru nanti tercipta inovasi," jelas dia.
Karena itu, pihaknya menyarankan pemerintah agar segera mengurangi subsidi BBM. "Secara teoritis, mekanisme harga lebih baik," simpul Feliyanti.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani memperingatkan bahwa kenaikan harga BBM akan mengakibatkan efek domino berupa kenaikan harga berbagai barang kebutuhan.
"Bukan masalah harga kenaikannya, tapi efek domino dari kenaikan BBM. Ini memberikan efek pada semua elemen, harga produksi naik, harga transportasi logistik naik, dan sebagainya," ucap Dewi.
(gpr)
Lihat Juga :