Laba bersih Garda Buana naik 1.000%
Rabu, 19 Desember 2012 - 18:17 WIB
Laba bersih Garda Buana naik 1.000%
A
A
A
Sindonews.com - PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) membukukan kenaikan laba bersih yang sangat signifikan mencapai 1.000,78 persen pada kuartal III tahun ini senilai Rp956,47 miliar dari Rp86,89 miliar di periode yang sama tahun lalu.
Penjualan batu bara perseroan juga mengalami peningkatan 387,99 persen dari Rp164,84 miliar menjadi Rp804,40 miliar. Perseroan juga mendapatkan kontrak penjualan batu bara dengan hak prioritas sebesar Rp711,15 miliar, sehingga total pendapatan GTBO naik 819,40 persen menjadi Rp1,51 triliun dari Rp164,84 miliar.
Corporate Secretary Garda Tujuh Buana Tbk Rinaldi Asril dalam keterbukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, laba bruto naik sebesar 1.157,52 persen menjadi Rp1,21 triliun pada kuartal III/2012 dari Rp96,32 miliar periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menyebabkan laba usaha perseroan meningkat 1.327,92 persen menjadi Rp1,18 triliun dari Rp86,89 miliar.
Total aset perseroan juga mengalami kenaikan 253,17 persen menjadi Rp1,64 triliun dari Rp464,36 miliar. Sedangkan liabilitas perseroan naik 159,98 persen menjadi Rp355,663 miliar dari Rp136,80 miliar dan ekuitas perseroan naik menjadi Rp1,28 triliun dari Rp327,56 miliar.
Kenaikan laba bersih membuat laba per saham dasar (earning per share) GTBO naik menjadi Rp382,59 per lembar saham dari Rp34,76 per lembar saham. Rinaldi dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, kenaikan liabilities perseroan berasal dari kenaikan liabilitas jangka pendek berupa utang pajak.
Utang pajak perseroan pada periode tersebut naik 2.275 persen atau 22 kali lipat, yang meningkat sebesar Rp217 miliar. Utang pajak ini berasal dari kenaikan pendapatan kena pajak GTBO.
"Kenaikan pendapatan yang signifikan ikut mendorong besaran pajak pendapatan," ujarnya.
Kenaikan aset GTBO sebesar 253 persen atau sebesar Rp1,17 triliun disebabkan dari dua pos, yaitu kenaikan liabilities atau utang pajak sebesar Rp217 miliar serta pos kenaikan laba tahun berjalan pada kuartal tiga senilai Rp882 miliar.
Pada kuartal III/2012, GTBO membukukan laba bersih sebesar Rp956 miliar, yang berarti meningkat 1.000 persen atau 10 kali lipat. "Laba bersih kami meningkat 10 kali lipat," ujarnya.
Penjualan batu bara perseroan juga mengalami peningkatan 387,99 persen dari Rp164,84 miliar menjadi Rp804,40 miliar. Perseroan juga mendapatkan kontrak penjualan batu bara dengan hak prioritas sebesar Rp711,15 miliar, sehingga total pendapatan GTBO naik 819,40 persen menjadi Rp1,51 triliun dari Rp164,84 miliar.
Corporate Secretary Garda Tujuh Buana Tbk Rinaldi Asril dalam keterbukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, laba bruto naik sebesar 1.157,52 persen menjadi Rp1,21 triliun pada kuartal III/2012 dari Rp96,32 miliar periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menyebabkan laba usaha perseroan meningkat 1.327,92 persen menjadi Rp1,18 triliun dari Rp86,89 miliar.
Total aset perseroan juga mengalami kenaikan 253,17 persen menjadi Rp1,64 triliun dari Rp464,36 miliar. Sedangkan liabilitas perseroan naik 159,98 persen menjadi Rp355,663 miliar dari Rp136,80 miliar dan ekuitas perseroan naik menjadi Rp1,28 triliun dari Rp327,56 miliar.
Kenaikan laba bersih membuat laba per saham dasar (earning per share) GTBO naik menjadi Rp382,59 per lembar saham dari Rp34,76 per lembar saham. Rinaldi dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, kenaikan liabilities perseroan berasal dari kenaikan liabilitas jangka pendek berupa utang pajak.
Utang pajak perseroan pada periode tersebut naik 2.275 persen atau 22 kali lipat, yang meningkat sebesar Rp217 miliar. Utang pajak ini berasal dari kenaikan pendapatan kena pajak GTBO.
"Kenaikan pendapatan yang signifikan ikut mendorong besaran pajak pendapatan," ujarnya.
Kenaikan aset GTBO sebesar 253 persen atau sebesar Rp1,17 triliun disebabkan dari dua pos, yaitu kenaikan liabilities atau utang pajak sebesar Rp217 miliar serta pos kenaikan laba tahun berjalan pada kuartal tiga senilai Rp882 miliar.
Pada kuartal III/2012, GTBO membukukan laba bersih sebesar Rp956 miliar, yang berarti meningkat 1.000 persen atau 10 kali lipat. "Laba bersih kami meningkat 10 kali lipat," ujarnya.
(rna)