Pemegang saham setujui S&P masuk ke Pefindo

Kamis, 20 Desember 2012 - 16:08 WIB
Pemegang saham setujui...
Pemegang saham setujui S&P masuk ke Pefindo
A A A
Sindonews.com - Pemegang saham PT Pemeringkat efek Indonesia (Pefindo) menyetujui rencana Standard & Poor's (S&P) menjadi pemegang saham di Pefindo. Persentase maksimal kepemilikan S&P di Pefindo mencapai 40 persen.

Kendati demikian, pemegang saham masih belum menyepakati mengenai mekanisme masuknya S&P dan harga yang harus dibayar. S&P merupakan perusahaan pemeringkat atas saham dan obligasi yang merupakan salah satu dari tiga perusahaan besar dalam industri pemeringkatan efek di dunia.

Direktur Utama Pefindo Ronald T Andi Kasim mengaku, pemegang saham Pefindo sudah menyepakati maksimum saham yang akan dimiliki S&P, yakni 40 persen. Jumlah itu diyakini akan meningkatkan kinerja Pefindo di masa mendatang.

"Dengan memiliki saham sebesar itu, S&P pastinya akan serius mengembangkan usaha Pefindo. " ucap dia kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Pada saat ini, pemegang saham tengah mengkaji sejumlah opsi mekanisme masuknya S&P ke Pefindo, diantaranya pembelian saham dari pemegang saham lama dan juga bisa melalui mekanisme penerbitan saham baru (rights issue). Tapi besar kemungkinan, mekanisme rights issue yang dipilih karena untuk penjualan saham membutuhkan proses panjang.

Jika pilihannya adalah rights issue, maka pemegang saham lama tidak boleh membeli saham baru yang dilepaskan Pefindo. Manajemen Pefindo berharap mekanisme masuknya S&P dan harga sudah disepakati pada awal tahun depan.

Sementara realisasinya diselesaikan sebelum rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). "Targetnya saat RUPS Tahunan Pefindo di Juni 2013, jajaran pemegang sahamnya sudah berbeda karena sudah ada S&P," harap dia.

Menurut Ronald, saat ini terdapat 97 pemegang saham Pefindo, namun 15 diantaranya sudah tidak diketahui kejelasannya. Dimana pemegang saham terbesar adalah Dana Pensiun Bank Indonesia dengan kepemilikan saham senilai 25 persen dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 20 persen.

Sementara Direktur Utama BEI Ito Warsito mengaku, pemegang saham telah menyetujui rencana masuknya S&P ke Pefindo. Namun, Ito belum bisa memastikan kapan pemegang saham bisa memutuskan mekanisme dan harga yang ditawarkan kepada S&P. "Tentu saya berharap dengan harga tinggi. Salah satu mekanisme yang dikaji adalah rights issue," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ruarbiasah, Dalam Sepekan...
Ruarbiasah, Dalam Sepekan 5 Perusahaan Raup Dana Senilai Rp5,73 T
AP I Kembali Raih Peringkat...
AP I Kembali Raih Peringkat idAAA dari Pefindo
PT Soraya Berjaya Indonesia...
PT Soraya Berjaya Indonesia Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia
Pefindo Tegaskan Peringkat...
Pefindo Tegaskan Peringkat idBBB+ untuk MNC Kapital (BCAP)
Raih Peringkat idA+...
Raih Peringkat idA+ dari Pefindo, Askrindo Syariah Punya Keamanan Keuangan Kuat
Lembaga Pemeringkat...
Lembaga Pemeringkat Utang Beri Pujian Sekaligus Peringatan buat Indonesia
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
4 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved