Perusahaan dalam pandangan opsi call dan put
Minggu, 23 Desember 2012 - 11:18 WIB
Perusahaan dalam pandangan opsi call dan put
A
A
A
Sindonews.com - Selain saham dan obligasi, pasar keuangan juga memperdagangkan opsi. Dilihat dari valuasinya, opsi adalah yang tersulit dan obligasi yang paling sederhana sementara saham, meskipun mempunyai banyak metode penilaian, berada di antara keduanya.
Apa itu opsi dan mengapa valuasi untuk opsi paling susah padahal hanya ada dua model yang kita kenal, yaitu Black Scholes dan binomial? Opsi adalah kontrak yang memberikan hak, dan bukan kewajiban, kepada pemegangnya untuk membeli (call) atau menjual (put) sebuah aset dasar pada harga tertentu sebelum atau tepat pada tanggal yang disepakati. Jika memegang opsi call untuk saham Telkom, Anda mempunyai hak untuk membeli saham itu pada harga yang telah ditentukan (harga exercise), misalnya Rp10.000 dalam tiga bulan lagi (opsi Eropa) atau selama tiga bulan ini (opsi Amerika) atau periode lain.
Opsi ini akan bernilai (in the money) jika harga TLKM (kode saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk) di atas Rp10.000. Jika harga saham dasar ini sekitar Rp10.000, opsi ini hampir bernilai positif atau at the money. Opsi menjadi tak bernilai (out of the money) jika TLKM berharga di bawah Rp10.000. Opsi sejatinya adalah kontrak antara dua pihak, yaitu yang membeli (long) dan yang menjual (short).
Mengabaikan posisi dalam aset dasar, dalam keadaan apa pun, keuntungan pembeli adalah kerugian penjual dan kerugian pembeli adalah keuntungan penjual. Tidak banyak berbeda dengan berjudi atau zero-sum game, istilah kerennya. Jika pemegang opsi senang, penjual opsi susah dan sebaliknya alias “SMS” yaitu senang melihat lawan susah dan susah melihat lawan senang karena itulah karakteristik sebuah permainan berjumlah nol (zero sum).
Hedging atau spekulasi
Meskipun demikian, potensi keuntungan dan kerugian investor yang mengambil posisi long dan short berbeda. Keuntungan posisi long yang merupakan kerugian posisi short untuk opsi call relatif tidak terbatas. Sementara keuntungan posisi short, sekaligus kerugian posisi long selalu terbatas, yaitu sebesar harga opsinya .Ceritanya akan berbeda jika yang bertransaksi opsi di atas memiliki aset dasarnya. Jika penjual opsi callTLKM di atas mempunyai saham ini, ketika harga TLKM naik, dia tidak terlalu bersedih.
Dia akan menyerahkan saham TLKM yang ada dalam porto-folionya kepada pemegang opsi yang dijualnya. Short opsi call di sini terlindungi dan disebut covered call. Potensi keuntungan penjual opsi dari saham TLKM yang dimilikinya menjadi terbatas tetapi kemungkinan rugi besar (tak terbatas) juga tidak ada lagi. Selain untuk tujuan spekulasi, opsi pun dapat digunakan untuk tujuan hedging seperti asuransi.
Jika Anda mempunyai saham Astra International (ASII) dan khawatir harganya turun di bawah Rp7.000 beberapa bulan ke depan, Anda cukup membeli opsi put dengan harga exercise Rp7.000. Jika harga saham ASII merosot hingga belasan ribu rupiah,Anda tinggal menggunakan hak ini untuk menjualnya pada harga Rp7.000. Kondisi ini dinamakan protective put atau put yang melindungi.
Perusahaan sebagai opsi call
Memahami payoff opsi call dan put untuk dua pihak yang mengambil posisi berlawanan, yaitu long dan short, kita dapat menyatakan perusahaan sebagai opsi, baik call maupun put.Saya akan memulainya dari opsi call. Dipandang dari pemegang saham, perusahaan yang mempunyai utang dapat bernilai nol atau positif. Jika nilai perusahaan melebihi total utangnya, nilai perusahaan untuk mereka adalah positif.
Karena itu, kita dapat mengatakan pemegang saham seperti memiliki opsi call dengan harga exercise pada besarnya utang perusahaan. Jika nilai perusahaan lebih besar daripada utangnya, pemegang saham akan mengeksekusinya karena mereka masih dapat menerima bagiannya, yaitu selisih nilai perusahaan dan total utangnya. Sebagai ilustrasi, misalkan utang sebuah perusahaan berjumlah Rp1 miliar.
Pemegang saham tidak akan memperoleh apa-apa selama nilai perusahaan di bawah Rp1 miliar. Karena itu, mereka tidak akan menggunakan opsi call-nya untuk membeli perusahaan itu pada harga Rp1 miliar. Pemegang saham akan menggunakan haknya ini hanya jika nilai perusahaan di atas Rp1 miliar. Aset dasar dalam kasus ini adalah perusahaan. Keadaan sebaliknya untuk kreditur dan pemegang obligasi.
Mereka dapat dipandang sebagai pemilik perusahaan karena selama nilai perusahaan di bawah Rp1 miliar, merekalah yang mempunyai klaim atas aset yang ada di perusahaan. Tetapi pada saat yang sama, mereka juga menjual opsi call kepada pemegang saham dengan harga exercise Rp1 miliar.Jika nilai perusahaan di atas Rp1 miliar, para kreditor dan pemegang obligasi akan menyerahkan perusahaan ke pemegang saham dan hanya menerima Rp1 miliar untuk itu.
Sebagai opsi put
Tidak hanya sebagai opsi call, perusahaan juga dapat dinilai sebagai opsi put bagi para penyandang dananya. Berbeda dengan penilaian perusahaan dari opsi call, dalam pandangan opsi put, pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang berutang kepada kreditur, sekaligus pemegang opsi put dengan harga exercise pada nilai utangnya. Di sisi lawannya adalah kreditur yang memberikan pinjaman dan menjual opsi put kepada pemegang saham.
Jika nilai perusahaan di bawah nilai utang, perusahaan akan dijual kepada kreditur dengan menggunakan opsi put yang dimiliki pemegang saham.Kreditor pun akan menjadi pemilik perusahaan. Sebaliknya, sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham tidak akan menggunakan opsi put-nya jika nilai perusahaan di atas nilai utangnya.
Memahami risiko besar yang dihadapi kreditur sebagai penjual opsi, baik call maupun put sementara payoff sudah dibatasi sebesar spread, sangat wajar jika bank selalu mengawasi dengan ketat kinerja keuangan setiap debitornya. Salah satunya adalah melalui negative bank covenants yang memberatkan dan sangat mengikat dalam perjanjian kreditnya.
BUDI FRENSIDY Penasihat Investasi dan Penulis Buku Matematika Keuangan Twitter:@BudiFrensidy
Apa itu opsi dan mengapa valuasi untuk opsi paling susah padahal hanya ada dua model yang kita kenal, yaitu Black Scholes dan binomial? Opsi adalah kontrak yang memberikan hak, dan bukan kewajiban, kepada pemegangnya untuk membeli (call) atau menjual (put) sebuah aset dasar pada harga tertentu sebelum atau tepat pada tanggal yang disepakati. Jika memegang opsi call untuk saham Telkom, Anda mempunyai hak untuk membeli saham itu pada harga yang telah ditentukan (harga exercise), misalnya Rp10.000 dalam tiga bulan lagi (opsi Eropa) atau selama tiga bulan ini (opsi Amerika) atau periode lain.
Opsi ini akan bernilai (in the money) jika harga TLKM (kode saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk) di atas Rp10.000. Jika harga saham dasar ini sekitar Rp10.000, opsi ini hampir bernilai positif atau at the money. Opsi menjadi tak bernilai (out of the money) jika TLKM berharga di bawah Rp10.000. Opsi sejatinya adalah kontrak antara dua pihak, yaitu yang membeli (long) dan yang menjual (short).
Mengabaikan posisi dalam aset dasar, dalam keadaan apa pun, keuntungan pembeli adalah kerugian penjual dan kerugian pembeli adalah keuntungan penjual. Tidak banyak berbeda dengan berjudi atau zero-sum game, istilah kerennya. Jika pemegang opsi senang, penjual opsi susah dan sebaliknya alias “SMS” yaitu senang melihat lawan susah dan susah melihat lawan senang karena itulah karakteristik sebuah permainan berjumlah nol (zero sum).
Hedging atau spekulasi
Meskipun demikian, potensi keuntungan dan kerugian investor yang mengambil posisi long dan short berbeda. Keuntungan posisi long yang merupakan kerugian posisi short untuk opsi call relatif tidak terbatas. Sementara keuntungan posisi short, sekaligus kerugian posisi long selalu terbatas, yaitu sebesar harga opsinya .Ceritanya akan berbeda jika yang bertransaksi opsi di atas memiliki aset dasarnya. Jika penjual opsi callTLKM di atas mempunyai saham ini, ketika harga TLKM naik, dia tidak terlalu bersedih.
Dia akan menyerahkan saham TLKM yang ada dalam porto-folionya kepada pemegang opsi yang dijualnya. Short opsi call di sini terlindungi dan disebut covered call. Potensi keuntungan penjual opsi dari saham TLKM yang dimilikinya menjadi terbatas tetapi kemungkinan rugi besar (tak terbatas) juga tidak ada lagi. Selain untuk tujuan spekulasi, opsi pun dapat digunakan untuk tujuan hedging seperti asuransi.
Jika Anda mempunyai saham Astra International (ASII) dan khawatir harganya turun di bawah Rp7.000 beberapa bulan ke depan, Anda cukup membeli opsi put dengan harga exercise Rp7.000. Jika harga saham ASII merosot hingga belasan ribu rupiah,Anda tinggal menggunakan hak ini untuk menjualnya pada harga Rp7.000. Kondisi ini dinamakan protective put atau put yang melindungi.
Perusahaan sebagai opsi call
Memahami payoff opsi call dan put untuk dua pihak yang mengambil posisi berlawanan, yaitu long dan short, kita dapat menyatakan perusahaan sebagai opsi, baik call maupun put.Saya akan memulainya dari opsi call. Dipandang dari pemegang saham, perusahaan yang mempunyai utang dapat bernilai nol atau positif. Jika nilai perusahaan melebihi total utangnya, nilai perusahaan untuk mereka adalah positif.
Karena itu, kita dapat mengatakan pemegang saham seperti memiliki opsi call dengan harga exercise pada besarnya utang perusahaan. Jika nilai perusahaan lebih besar daripada utangnya, pemegang saham akan mengeksekusinya karena mereka masih dapat menerima bagiannya, yaitu selisih nilai perusahaan dan total utangnya. Sebagai ilustrasi, misalkan utang sebuah perusahaan berjumlah Rp1 miliar.
Pemegang saham tidak akan memperoleh apa-apa selama nilai perusahaan di bawah Rp1 miliar. Karena itu, mereka tidak akan menggunakan opsi call-nya untuk membeli perusahaan itu pada harga Rp1 miliar. Pemegang saham akan menggunakan haknya ini hanya jika nilai perusahaan di atas Rp1 miliar. Aset dasar dalam kasus ini adalah perusahaan. Keadaan sebaliknya untuk kreditur dan pemegang obligasi.
Mereka dapat dipandang sebagai pemilik perusahaan karena selama nilai perusahaan di bawah Rp1 miliar, merekalah yang mempunyai klaim atas aset yang ada di perusahaan. Tetapi pada saat yang sama, mereka juga menjual opsi call kepada pemegang saham dengan harga exercise Rp1 miliar.Jika nilai perusahaan di atas Rp1 miliar, para kreditor dan pemegang obligasi akan menyerahkan perusahaan ke pemegang saham dan hanya menerima Rp1 miliar untuk itu.
Sebagai opsi put
Tidak hanya sebagai opsi call, perusahaan juga dapat dinilai sebagai opsi put bagi para penyandang dananya. Berbeda dengan penilaian perusahaan dari opsi call, dalam pandangan opsi put, pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang berutang kepada kreditur, sekaligus pemegang opsi put dengan harga exercise pada nilai utangnya. Di sisi lawannya adalah kreditur yang memberikan pinjaman dan menjual opsi put kepada pemegang saham.
Jika nilai perusahaan di bawah nilai utang, perusahaan akan dijual kepada kreditur dengan menggunakan opsi put yang dimiliki pemegang saham.Kreditor pun akan menjadi pemilik perusahaan. Sebaliknya, sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham tidak akan menggunakan opsi put-nya jika nilai perusahaan di atas nilai utangnya.
Memahami risiko besar yang dihadapi kreditur sebagai penjual opsi, baik call maupun put sementara payoff sudah dibatasi sebesar spread, sangat wajar jika bank selalu mengawasi dengan ketat kinerja keuangan setiap debitornya. Salah satunya adalah melalui negative bank covenants yang memberatkan dan sangat mengikat dalam perjanjian kreditnya.
BUDI FRENSIDY Penasihat Investasi dan Penulis Buku Matematika Keuangan Twitter:@BudiFrensidy
(gpr)
Lihat Juga :