UMKM harus jadi tuan rumah di negeri sendiri
Minggu, 23 Desember 2012 - 16:19 WIB
UMKM harus jadi tuan rumah di negeri sendiri
A
A
A
Sindonews.com - Kampanye bangga memakai produk Indonesia, saat ini sedang digalakkan oleh Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi). Kampanye tersebut diyakini mampu menghidupkan geliat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Ketua Umum HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan pemerintah harus memberikan pelatihan dan bantuan untuk bagi pelaku UMKM, baik dari segi desain, kualitas, pakckaging, dan promosi. Ia mengakui memang produk China mempunyai kelebihan dalam desain, daya tarik, dan harga lebih murah. Sehingga menjadi tantangan dan ancaman terhadap produk lokal.
"Kita harus siap bersaing, UMKM harus jadi tuan rumah di negeri sendiri, jangan jadi penonton, jangan tenggelam, agar bisa bersaing, kalau
Industri besar tak perlu khawatir, mereka sudah kompetitif. Jangan kita dikenal hanya jadi eksportir TKW," tukasnya dalam acara talk show Aku Bangga Memakai Produk Indonesia di Cimanggis Square, Minggu (23/12/12).
Sarman mencontohkan batik bisa menjadi produk unggulan bagi Indonesia. Bahkan batik Indonesia sudah merambah luas di negara Afrika dan negara lain.
"Sudah diakui di dunia batik milik Indonesia. Afrika sudah membudaya batiknya, nelson Mandela. Bagaimana produk bisa mengalir. Kecuali bangsa kita belum bisa, apa boleh buat," ungkapnya.
Tahun 2013, HIPPI akan menggelar pemberian penghargaan bagi para tokoh yang bangga memakai produk Indonesia. Biar bagaimanapun, lanjut Sarman, pemerintah tak bisa melarang serbuan produk asing yang masuk ke dalam negeri.
"Ini perdagangan bebas, enggak bisa hambat masuk Indonesia, yang bisa dilakukan adalah memprotect masyarakat, sambil tingkatkan kualitas. Ada mal banyak produk luarnya, harusnya bisa proporsional. Mal harus banyak produk dalam negeri," tandasnya.
Ketua Umum HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan pemerintah harus memberikan pelatihan dan bantuan untuk bagi pelaku UMKM, baik dari segi desain, kualitas, pakckaging, dan promosi. Ia mengakui memang produk China mempunyai kelebihan dalam desain, daya tarik, dan harga lebih murah. Sehingga menjadi tantangan dan ancaman terhadap produk lokal.
"Kita harus siap bersaing, UMKM harus jadi tuan rumah di negeri sendiri, jangan jadi penonton, jangan tenggelam, agar bisa bersaing, kalau
Industri besar tak perlu khawatir, mereka sudah kompetitif. Jangan kita dikenal hanya jadi eksportir TKW," tukasnya dalam acara talk show Aku Bangga Memakai Produk Indonesia di Cimanggis Square, Minggu (23/12/12).
Sarman mencontohkan batik bisa menjadi produk unggulan bagi Indonesia. Bahkan batik Indonesia sudah merambah luas di negara Afrika dan negara lain.
"Sudah diakui di dunia batik milik Indonesia. Afrika sudah membudaya batiknya, nelson Mandela. Bagaimana produk bisa mengalir. Kecuali bangsa kita belum bisa, apa boleh buat," ungkapnya.
Tahun 2013, HIPPI akan menggelar pemberian penghargaan bagi para tokoh yang bangga memakai produk Indonesia. Biar bagaimanapun, lanjut Sarman, pemerintah tak bisa melarang serbuan produk asing yang masuk ke dalam negeri.
"Ini perdagangan bebas, enggak bisa hambat masuk Indonesia, yang bisa dilakukan adalah memprotect masyarakat, sambil tingkatkan kualitas. Ada mal banyak produk luarnya, harusnya bisa proporsional. Mal harus banyak produk dalam negeri," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :