Kementan nilai perhitungan Kemendag hanya asumsi
Rabu, 26 Desember 2012 - 13:33 WIB
Kementan nilai perhitungan Kemendag hanya asumsi
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk tidak membuat perhitungan kuota impor daging sapi sendiri dengan hanya berdasarkan asumsi. Menurut Kementan, perhitungan Kemendag tidak akurat.
"Yang penting ada data yang akurat, silahkan hitung yang benar. Jangan asumsi-asumsi datanya," kata Menteri Pertanian Suswono usai acara Chief Editor Meeting di Menara 165, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Namun, pihaknya berjanji akan mempertimbangkan penambahan kuota impor daging sapi sesuai keinginan Kemendag bila Kemendag bisa memberikan perhitungan yang akurat. "Asal datanya akurat, kita akan penuhi," tegas dia.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menyatakan ragu kuota impor daging sapi untuk tahun 2013 sebesar 80 ribu ton yang telah disepakati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kemenko Perekonomian akan mencukupi.
"Kalau melihat di Kemenko kesepakatannya, dari itu kemudian para menteri concern melihat kenaikan harga terus, ini harus dilihat kenapa naik terus. Padahal, sudah ditetapkan jumlah sebelumnya," terang Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi beberapa waktu lalu.
"Yang penting ada data yang akurat, silahkan hitung yang benar. Jangan asumsi-asumsi datanya," kata Menteri Pertanian Suswono usai acara Chief Editor Meeting di Menara 165, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Namun, pihaknya berjanji akan mempertimbangkan penambahan kuota impor daging sapi sesuai keinginan Kemendag bila Kemendag bisa memberikan perhitungan yang akurat. "Asal datanya akurat, kita akan penuhi," tegas dia.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menyatakan ragu kuota impor daging sapi untuk tahun 2013 sebesar 80 ribu ton yang telah disepakati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kemenko Perekonomian akan mencukupi.
"Kalau melihat di Kemenko kesepakatannya, dari itu kemudian para menteri concern melihat kenaikan harga terus, ini harus dilihat kenapa naik terus. Padahal, sudah ditetapkan jumlah sebelumnya," terang Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi beberapa waktu lalu.
(gpr)
Lihat Juga :