Menteri ESDM: BPH Migas bukan Superman
Kamis, 27 Desember 2012 - 12:54 WIB
Menteri ESDM: BPH Migas bukan Superman
A
A
A
Sindonews.com - Menteri EDSM Jero Wacik menyatakan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bukan Superman yang mampu sendirian mengatasi masalah pengendalian distribusi BBM subsidi.
"Tidak ada Superman di negara kita, tapi kita semua berusaha, karena itu saya memerintahkan BPH Migas kawal kuota, lakukan koordinasi, kalau perlu urusan dengan polisi, TNI, dan lain-lainya," ujar Jero Wacik dalam acara penyerahan SK Pelaksanaan Penyediaan dan Pendistribusian BBM PSO 2013, Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Dia menambahkan, BPH Migas memiliki tugas berat untuk menjaga agar kuota BBM subsidi tidak jebol lagi tahun depan. "Mulai 1 Januari 2013 mengawal kuota 46 juta KL harus cukup sampai 31 Desember 2013. Bagaimana caranya?" kata dia.
Karena itu, Jero mendukung penuh penunjukkan AKR dan Surya Parna Niaga oleh BPH Migas untuk mendampingi Pertamina mendistribusikan BBM subsidi. "Distribusi BBM PSO dibagi tanggung jawabnya ke Pertamina 99 persen, AKR 0,3, Parna Suryaniaga mengawal sekitar 0,6 persen," jelasnya.
Selain itu, pihaknya mengajak semua pihak ikut menjaga kuota BBM subsidi agar cukup hingga akhir 2013. "Mari kita bersama-sama, kita amankan 46 juta KL," pungkas Jero.
"Tidak ada Superman di negara kita, tapi kita semua berusaha, karena itu saya memerintahkan BPH Migas kawal kuota, lakukan koordinasi, kalau perlu urusan dengan polisi, TNI, dan lain-lainya," ujar Jero Wacik dalam acara penyerahan SK Pelaksanaan Penyediaan dan Pendistribusian BBM PSO 2013, Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Dia menambahkan, BPH Migas memiliki tugas berat untuk menjaga agar kuota BBM subsidi tidak jebol lagi tahun depan. "Mulai 1 Januari 2013 mengawal kuota 46 juta KL harus cukup sampai 31 Desember 2013. Bagaimana caranya?" kata dia.
Karena itu, Jero mendukung penuh penunjukkan AKR dan Surya Parna Niaga oleh BPH Migas untuk mendampingi Pertamina mendistribusikan BBM subsidi. "Distribusi BBM PSO dibagi tanggung jawabnya ke Pertamina 99 persen, AKR 0,3, Parna Suryaniaga mengawal sekitar 0,6 persen," jelasnya.
Selain itu, pihaknya mengajak semua pihak ikut menjaga kuota BBM subsidi agar cukup hingga akhir 2013. "Mari kita bersama-sama, kita amankan 46 juta KL," pungkas Jero.
(gpr)
Lihat Juga :