BP Migas dibubarkan, BPH Migas terpukul
Kamis, 27 Desember 2012 - 13:03 WIB
BP Migas dibubarkan, BPH Migas terpukul
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menuturkan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) ikut terpukul akibat pembubaran Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) bulan lalu.
"Kita punya UU Migas dan itulah yang dulu menjadi cikal bakal berdirinya BP Migas dan BPH Migas. Saudaranya BPH Migas sudah dibubarkan, sehingga betapa berat beban mental yang ditanggung BPH Migas," ungkap Jero Wacik dalam acara penyerahan SK Pelaksanaan Penyediaan dan Pendistribusian BBM PSO 2013, Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Menurut dia, BPH Migas dan BP Migas sebenarnya adalah dua lembaga yang amat penting bagi kelangsungan industri migas di Tanah Air, sehingga keberadaan BPH Migas harus dijaga. "Apakah lembaga-lembaga itu tidak ada gunanya? Tentu ada. Sektor hulu sangat penting, sektor hilir juga sangat penting," tegasnya.
Jero menggarisbawahi, BPH Migas bukan lembaga super yang mampu sendirian mengatasi masalah pengendalian distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Masyarakat diharapkan tidak memberikan ekspektasi terlalu besar kepada BPH Migas.
"Tidak ada superman di negara kita, tapi kita semua berusaha karena itu saya memerintahkan BPH Migas kawal kuota, lakukan koordinasi. Kalau perlu urusan dengan polisi, TNI, dan lain-lainya," tukas dia.
"Kita punya UU Migas dan itulah yang dulu menjadi cikal bakal berdirinya BP Migas dan BPH Migas. Saudaranya BPH Migas sudah dibubarkan, sehingga betapa berat beban mental yang ditanggung BPH Migas," ungkap Jero Wacik dalam acara penyerahan SK Pelaksanaan Penyediaan dan Pendistribusian BBM PSO 2013, Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Menurut dia, BPH Migas dan BP Migas sebenarnya adalah dua lembaga yang amat penting bagi kelangsungan industri migas di Tanah Air, sehingga keberadaan BPH Migas harus dijaga. "Apakah lembaga-lembaga itu tidak ada gunanya? Tentu ada. Sektor hulu sangat penting, sektor hilir juga sangat penting," tegasnya.
Jero menggarisbawahi, BPH Migas bukan lembaga super yang mampu sendirian mengatasi masalah pengendalian distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Masyarakat diharapkan tidak memberikan ekspektasi terlalu besar kepada BPH Migas.
"Tidak ada superman di negara kita, tapi kita semua berusaha karena itu saya memerintahkan BPH Migas kawal kuota, lakukan koordinasi. Kalau perlu urusan dengan polisi, TNI, dan lain-lainya," tukas dia.
(rna)
Lihat Juga :