2013, Muamalat targatkan pembiayaan Rp43 T
Kamis, 27 Desember 2012 - 14:10 WIB
2013, Muamalat targatkan pembiayaan Rp43 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Muamalat) menargetkan pertumbuhan usaha di sektor pembiayaan menjadi Rp43 triliun atau tumbuh sebesar 33 persen pada tahun 2013.
Direktur Keuangan Bank Muamalat Hendiarto Yogiono menerangkan, total pembiayaan sebesar perseroan pada saat ini tercatat sebesar Rp32,02 triliun. "Hingga 26 Desember 2012, pembiayaan kita sudah mencapai Rp32,02 triliun atau naik Rp9,56 triliun dari 2011 lalu," terang Hendiarto saat ditemui di Gedung Artha Loka, Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Dia menerangkan, besarnya pembiayaan tersebut, mayoritas dikontribusi oleh pembiayaan korporasi, yang menyumbang sebesar 42 persen dari total pembiayaan. Sedangkan, pembiayaan infrastruktur memberi kontribusi mencapai 23 persen dan sisanya pembiayaan ritel.
"Untuk pembiayaan ritelnya mencapai 58 persen, yang terdiri dari 50 persen ke SMI dan 50 persen ke konsumer," sambung dia.
Sementara itu, perseroan menyatakan pada tahun ini telah memiliki 1.000 unit mesin anjungan tunai mandiri (ATM), yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah ini naik signifikan jika dibanding tiga tahun sebelumnya yang hanya memiliki 22 unit ATM.
"Desember 2009 lalu ATM masih 22 unit, kemudian 2010 jadi 172 unit, 2011 ada 475 unit dan 2012 sudah mencapai 1.000 unit," tutur dia.
Direktur Keuangan Bank Muamalat Hendiarto Yogiono menerangkan, total pembiayaan sebesar perseroan pada saat ini tercatat sebesar Rp32,02 triliun. "Hingga 26 Desember 2012, pembiayaan kita sudah mencapai Rp32,02 triliun atau naik Rp9,56 triliun dari 2011 lalu," terang Hendiarto saat ditemui di Gedung Artha Loka, Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Dia menerangkan, besarnya pembiayaan tersebut, mayoritas dikontribusi oleh pembiayaan korporasi, yang menyumbang sebesar 42 persen dari total pembiayaan. Sedangkan, pembiayaan infrastruktur memberi kontribusi mencapai 23 persen dan sisanya pembiayaan ritel.
"Untuk pembiayaan ritelnya mencapai 58 persen, yang terdiri dari 50 persen ke SMI dan 50 persen ke konsumer," sambung dia.
Sementara itu, perseroan menyatakan pada tahun ini telah memiliki 1.000 unit mesin anjungan tunai mandiri (ATM), yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah ini naik signifikan jika dibanding tiga tahun sebelumnya yang hanya memiliki 22 unit ATM.
"Desember 2009 lalu ATM masih 22 unit, kemudian 2010 jadi 172 unit, 2011 ada 475 unit dan 2012 sudah mencapai 1.000 unit," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :