Thailand gagal atasi kenaikan harga pangan

Rabu, 02 Januari 2013 - 12:39 WIB
Thailand gagal atasi...
Thailand gagal atasi kenaikan harga pangan
A A A
Sindonews.com - Thailand melaporkan telah mengalami inflasi tertinggi dalam 13 bulan terakhir melebihi perkiraan para ekonom. Upaya pemerintah memberikan subsidi gagal melawan kenaikan harga pangan.

Indeks harga konsumen naik 3,63 persen bulan lalu dari tahun sebelumnya. Tercatat, Bank Sentral Thailand telah menurunkan suku bunga acuan dua kali sejak tahun lalu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pasca banjir besar pada 2011 dan melemahnya permintaan ekspor.

Pemerintah juga menaikkan upah minimum dan menawarkan subsidi pajak untuk meningkatkan konsumsi pasar. "Kami berharap bank sentral tidak mengubah suku bunga acuan, setidaknya sampai semester pertama. Kecuali jika terjadi gejolak ekonomi global," kata Sarun Sunansathaporn, ekonom Tisco Securities Co Bangkok, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (2/1/2013).

Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra dilaporkan telah memperpanjang pemotongan pajak hingga akhir Januari dan menyetujui kebijakan baru kenaikan upah minimum harian sebesar 300 baht (USD9,8) pada awal tahun ini. Sebelumnya, kenaikan upah harian dilakukan pemerintah pada April 2012 lalu di tujuh provinsi.

Dilaporkan pula, rata-rata harga kebutuhan konsumen di Thailand naik 0,39 persen pada Desember 2012. Inflasi rata-rata 3,02 persen, dan diprediksi akan terjadi kenaikan harga dari 2,8 persen menjadi 3,4 persen pada 2013.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Ekonomi Asia Mulai Bangkit,...
Ekonomi Asia Mulai Bangkit, Bagaimana dengan Indonesia?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Tarif Trump Pukul Ekonomi...
Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?
Berita Terkini
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
13 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
34 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
57 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
2 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved