Terganjal fiskal, Perpres kedelai 'nyangkut' di Kemenkeu

Jum'at, 04 Januari 2013 - 13:44 WIB
Terganjal fiskal, Perpres...
Terganjal fiskal, Perpres kedelai 'nyangkut' di Kemenkeu
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan, Peraturan Presiden (Perpres) yang memberikan kewenangan kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengatur stok kedelai masih urung dikeluarkan karena terganjal masalah fiskal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Tim internal Kementan sudah selesai dengan beberapa rekomendasi. Karena ini ada persoalan fiskal, jadi statusnya masih dikaji Badan Kebijakan Fiskal (BKF), nyangkut di Kementerian Keuangan," kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Dia menambahkan, sebenarnya dari segi teknis, Perpres tersebut sudah siap untuk dijalankan. "Dari aspek teknis sih sudah selesai kajiannya," tandasnya.

Pihaknya pun memaklumi sikap Kemenkeu yang tak kunjung merestui diberlakukannya Perpres tersebut. Pasalnya, Kemenkeu harus memikirkan konsekuensi akan bertambahnya anggaran subsidi apabila Bulog diberi kewenangan mengatur stok kedelai.

"Kemenkeu kan harus hati-hati juga, jangan sampai implikasinya membebani lagi. Kalau membebani, toleransinya sampai dimana," pungkas Wamentan.

Diberitakan sebelumnya, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengaku ragu untuk ikut masuk dalam kegiatan perdagangan kedelai karena belum turunya Perpres.

"Bulog ini kan berdasarkan PP hanya berdagang beras. Kita tidak ada payung hukumnya untuk kedelai," ungkap Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Ali Muso kemarin.

Bulog sendiri merasa sebenarnya telah siap bila ditugaskan untuk menjaga stok kedelai di dalam negeri. Sutarto menuturkan, pihaknya telah menjajaki pembelian kedelai dari sejumlah negara produsen kedelai, seperti Brasil dan Amerika Serikat.

"Kami sendiri sudah berusaha berhubungan dengan negara-negara pengekspor kedelai seperti Amerika, Brasil," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
7 menit yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
9 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
9 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
9 jam yang lalu
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
10 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
10 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved