Kinerja mingguan IHSG terburuk se-Asia Pasifik

Senin, 14 Januari 2013 - 10:25 WIB
Kinerja mingguan IHSG...
Kinerja mingguan IHSG terburuk se-Asia Pasifik
A A A
Pada minggu kedua awal tahun ini, pergerakan bursa Amerika Serikat masih mampu menunjukkan arah penguatannya. Dow naik 0,4 persen, S&P500 0,38 persen, dan Nasdaq naik 0,77 persen.

Kenaikan tersebut didorong laporan beberapa indikator pertumbuhan ekonomi yang sesuai dengan proyeksi serta penurunan import prices sebesar 0,1 persen. Saham Microsoft dan Chevron merupakan dua saham unggulan yang mengalami kenaikan tertinggi. Sementara itu, saham Hewlett-Packard mencatat kinerja terbaiknya. Dari pasar di Eropa, beberapa indeks utamanya juga masih mampu ditutup menguat tipis, di tengah kepercayaan akan stimulus tambahan yang harus diberikan di China.

Data ekonomi AS seputar defisit perdagangan yang di luar ekspektasi mengalami kenaikan menjadi USD48,7 miliar,atau lebih tinggi dari proyeksi konsensus sebesar USD41,3 miliar. Ini ditranslasikan sebagai sebuah potensi pelemahan pertumbuhan ekonomi juga telah memperlambat kenaikan yang terjadi. Sementara itu, tanggapan menteri perekonomian Jerman atas pertumbuhan ekonomi yang melambat, juga diadopsi sebagai sebuah sentimen negatif dan dipercaya akan memicu penurunan produksi industrial, meskipun kepercayaan akan perbaikan aktivitas bisnis di negara tersebut juga diperkirakan masih akan terjadi. Inggris sebagai salah satu kekuatan perekonomian lainnya, juga melaporkan data manufaktur yang melemah sebesar 0,3 persen (month to month/mom).

Keputusan ECB dan Bank of England atas tetapnya tingkat suku bunga acuan pada level 0,75 persen (di luar harapan) yang telah memicu stagnannya transaksi yang terjadi, juga terselamatkan oleh data perdagangan China yang menunjukkan kenaikan dan lebih baik dari estimasi pelaku pasar. Spekulasi atas kekhawatiran laporan keuangan emiten yang akan diterbitkan berada di bawah proyeksi konsensus serta aksi ambil untung pada saham-saham berbasis pertambangan, juga telah ikut menjadi penyebab datarnya transaksi perdagangan yang terjadi.

Secara keseluruhan, ketiga indeks utama di EU sepanjang minggu lalu cenderung tercatat flat. FTSE100 mengalami kenaikan tipis 0,52 persen, sedangkan DAX dan CAC40 masingmasing melemah 0,78 persen dan 0,64 persen. Dari pasar Asia-Pasifik, ragam sentimen positif yang telah terefleksi pada penguatan di hari sebelumnya telah mendorong sebagian besar indeks utama di wilayah tersebut ditutup melemah. Bursa di Taiwan, India, Thailand, dan Filipina masih berhasil mencatat penguatan tipis.

Demikian pula halnya dengan Indeks Nikkei dan Topix yang ditutup menguat 1,09 persen dan 1,40 persen di pengujung pekan lalu. Persetujuan atas paket stimulus pemerintah yang akan menyuntikkan dana sebesar USD116,8 miliar untuk ragam program yang akan mendorong pertumbuhan dan mengakhiri masa deflasi, telah menjadi sentimen utama yang menjaga keyakinan investor. Kenaikan inflasi China pada Desember juga telah menurunkan harapan sesaat atas berlanjutnya konsistensi pertumbuhan bisnis di negara tersebut.

Spekulasi terhadap dampak yang akan ditimbulkan pada aktivitas perdagangan dunia, juga terefleksikan melalui penurunan tajam pada penutupan transaksi perdagangan Jumat pekan lalu sebesar 1,78 persen atau penurunan terburuk harian sepanjang empat bulan terakhir. Dari pasar dalam negeri, indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang minggu lalu ditransaksikan cenderung melemah secara kontinu. Level penutupan di akhir minggu sebelumnya juga belum mampu terlampaui pada penutupan transaksi selama lima hari terakhir.

IHSG ditutup melemah tipis 0,27 persen dan turun 2,36 persen selama sepekan lalu. Penurunan tersebut merupakan kinerja mingguan terburuk dibandingkan dengan bursa lainnya di seluruh Asia-Pasifik. Sepanjang minggu ini, IHSG berpotensi merefleksikan laporan kinerja emiten AS dan beberapa update data perekonomian penting lainnya. Sentimen domestik yang cenderung minim akan katalis juga akan bergantung pada berita mingguan yang bersifat positif, dan akan memengaruhi kinerja pergerakan bursa.

Dengan mengasumsikan sepanjang minggu ini sentimen negatif akan lebih mendominasi,tidak menutup kemungkinan IHSG akan bergerak menyentuh level hingga 4.263,52. IHSG berpotensi bergerak pada rentang 4.302,26–4.362,39, dengan beberapa saham untuk dicermati antara lain ASII,ASGR,BBCA, ISAT,MAPI,ROTI,JPFA,LSIP, PTBA,TBIG.

AKHMAD NURCAHYADI
Analis BNI Securities
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved