Wall Street ditutup datar

Kamis, 17 Januari 2013 - 09:00 WIB
Wall Street ditutup...
Wall Street ditutup datar
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pad aperdagangan Rabu waktu setempat ditutup datar ditengah solidnya kinerja dari dua bank besar, Goldman Sachs dan JPMorgan Chase. Ini mengimbangi penurunan yang terjadi pada saham Apple dan perkiraan pada pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini.

Saham Goldman Sachs (GS.N) menuju level tertinggi sejak Mei 2011 karena meningkatnya laba perusahaan hampir tiga kali lipat, meningkatnya pendapatan dan menurunnya biaya kompensasi. Sedangkan, saham JPMorgan Chase (JPM.N) membukukan laba bersih kuartal IV/2012 sebesar 53 persen, yang mencatatkan rekor pendapatan di 2012. capaian ini menyebabkan saham JPMorgan naik 1 persen menjadi USD46,82 per saham, dan Goldman menguat 4,1 persen menjadi USD141,09 per saham.

Kedua bank ini merupakan bank besar pertama yang melaporkan hasil kinerjanya, sehingga menopang Indeks S&P 500. "Kinerja yang cukup solid dari JPMorgan dan Goldman Sachs, mendorong banyak momentum di sektor keuangan dengan masih banyak perbankan yang akan melaporkan kinerjanya di minggu ini. Saya pikir itu membantu penguatan pasar secara keseluruhan," kata senior trader di Wedbush Morgan, Michael James, seperti dilansir Reuters, Kamis (17/1/2013).

Sementara itu, saham Apple (AAPL.O) berhasil berbalik arah setelah tiga hari mengalami koreksi, dan ini membantu indeks Nasdaq, S&P 500, dan Dow menguat. Saham Apple naik 4,2 persen menjadi USD506,09 per saham. Setelah sempat berada di bawah level USD500 untuk pertama kalinya sejak Februari.

Pada perdagangan waktu setempat, The Dow Jones industrial average (DJI) melemah 23,66 poin atau 0,17 persen ke 13.511,23, Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) menguat 0,29 poin atau 0,02 persen ke 1.472,63, Nasdaq Composite Index (IXIC) naik 6,77 poin atau 0,22 persen ke 3.117,54.

Adapun pelemahan yang terjadi pada indeks Dow Jones menurunnya saham Boeing (BA.N) sebesar 3,4 persen menjadi USD74,34 di tengah kekhawatiran mengenai jet baru, Dreamliner. Saham dua maskapai penerbangan terkemuka Jepang ini turun, setelah armada 787 melakukan pendaratan darurat, yang menambah masalah keamanan akibat serangkai insiden yang terjadi baru-baru ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
16 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
18 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
21 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
22 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
5 Pabrik Bakal Ditutup,...
5 Pabrik Bakal Ditutup, Gelombang PHK Ancam Karyawan Kimia Farma
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved