Pasar mebel Jepara terancam dikuasai asing

Senin, 21 Januari 2013 - 18:52 WIB
Pasar mebel Jepara terancam...
Pasar mebel Jepara terancam dikuasai asing
A A A
Sindonews.com - Pasar produk ukir-ukiran dan mebel buatan Jepara terancam dikuasai pihak asing. Ketua Gerakan Beli Indonesia (GBI), Heppy Trenggono mengatakan, saat ini penetrasi produk impor dari luar negeri sangat kuat.

Berbagai produk yang membanjiri pasar lokal beragam, mulai dari bahan kebutuhan pokok, pakaian, elektronik dan lainnya. Parahnya, industri dalam negeri saat ini banyak dikuasai asing.

“Bukan tidak mungkin fenomena yang sama juga terjadi pada industri mebel dan ukir-ukiran asal Jepara. Ini harus diwaspadai,” kata Heppy di sela-sela acara Deklarasi Gerakan Beli Jepara, Bela Jepara “Merebut Pasar Dalam Negeri” di Jepara, Senin (21/1/2013).

Produk berbahan dasar kayu dari Jepara, kata Heppy pernah berjaya pada pertengahan 1990-an. Pada 1995, nilai ekspor mebel Jepara pernah mencapai USD325 juta. Kini, nilai ekspor mebel Jepara tidak lebih dari USD120 juta.

Di sisi lain, para pengukir dari Jepara banyak “dibajak” pihak-pihak tertentu di luar negeri seperti Malaysia dan Amerika, sehingga menjadi aset negara lain.

Imbasnya, transaksi produk ukir tidak lagi terjadi di Jepara, melainkan berpindah ke negara lain. Jika dibiarkan, produk-produk mebel dari berbagai negara tersebut berpotensi merebut pangsa pasar yang selama ini diisi produk asli Jepara.

“Pasar ini harus kita rebut kembali. Ini bisa direalisasikan jika seluruh warga Jepara dan masyarakat Indonesia pada umumnya, mau membeli produk-produk asli buatan anak bangsa sendiri. Karakter cinta produk sendiri harus kita bangun lagi,” ucapnya.

Pihaknya akan mendekati berbagai elemen masyarakat lain mulai dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, pemuda, tokoh agama, dan lainnya. “Jangan sampai bangsa kita dijajah produk-produk asing karena kita tidak peduli dengan barang buatan dalam negeri,” tutur Happy.

Di pihak lain, Ketua Asmindo Komda Jepara, Akhmad Fauzi mengatakan, pihaknya mendukung langkah yang digagas GBI. Dia berharap langkah ini juga didukung seluruh elemen masyaraat agar produk ukir dan mebel asli Jepara bisa berjaya di pasar sendiri.

“Kami juga mengimbau pemerintah maupun elemen masyarakat lain agar tidak membeli produk asing selama barang buatan dalam negeri masih ada,” ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Furniture Plastik...
Industri Furniture Plastik Indonesia Berkembang Pesat dengan Inovasi dan Desain Baru
Jualan Kursi hingga...
Jualan Kursi hingga Ekspor, Chitose Cetak Peningkatan Laba di Kuartal III
Usai Garap Pasar AS,...
Usai Garap Pasar AS, Sohnne Siap Pasarkan Furnitur Indonesia ke Luar Negeri
Perkuat Industri Furnitur,...
Perkuat Industri Furnitur, IFEX 2025 Menumbuhkan Optimistis
Dorong Transformasi,...
Dorong Transformasi, Nilai Ekspor Mebel dan Kerajinan Jepara Tembus Rp5 Triliun
Berkah Pandemi buat...
Berkah Pandemi buat Industri Furnitur: Ekspor Tumbuh 5%
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
23 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
31 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
48 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved