Operator mesin EJP keluhkan kontrak kerja

Senin, 21 Januari 2013 - 19:46 WIB
Operator mesin EJP keluhkan...
Operator mesin EJP keluhkan kontrak kerja
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 12 orang operator mesin sumur minyak PT Epsindo Jaya Pratama (EJP) Prabumulih, subkontrak PT Pertamina UBEP Limau, Sumatera Selatan, mengeluh. Dilaporkan, selama dua tahun bekerja mereka belum ada kejelasan kontrak kerja dan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek).

Salah seorang operator mesin PT EJP, Faisol Husni, mengatakan, pada awalnya tenaga kerja lokal yang dipekerjakan oleh perusahaan sebanyak 14 orang untuk empat lokasi kerja. Namun, saat ini yang bertahan hanya 12 orang untuk tiga lokasi kerja PT EJP, yakni LMC 40, LMC 48, dan Stasiun Pengumpul (SP) 2.

“Sejak dipekerjakan tiga tahun lalu, tepatnya per tanggal 5 Juli 2010 lalu oleh PT EJP kami hanya mendapatkan gaji pokok. Sementara kewajiban lainnya dari perusahaan seperti jaminan kesehatan, jamsostek, dan keamanan peralatan kerja tidak pernah dipenuhi," ungkap Faisol di Muaraenim, Senin (21/1/2013).

Para operator meminta agar manajemen PT EJP memperjelas status kontrak kerja yang bertugas di lapangan secara tertulis. Soal kontrak ini, kata Faisol, pihaknya sudah mempertanyakan berulang kali ke pihak manajemen, namun jawaban yang diberikan tidak memuaskan.

”Beberapa kawan kita yang menjadi operator PT Modking Asia Fasifik Raya yang juga subkontrak PT Pertamina UBEP Limau dan bekerja di area yang sama, mereka telah memiliki kontrak yang jelas dengan fasilitas kerja yang memadai. Untuk itulah, kita menuntut hal yang sama ke manajemen PT EJP," tegasnya.

Humas PT EJP, Norman, membenarkan persoalan yang dituntut para operator. Namun, dirinya baru menjabat di perusahaan sehingga belum sempat memfasilitasi antara perusahaan dan pekerja.

“Soal kontrak kerja, saat ini kita sudah mendata dan memproses dengan karyawan. Untuk jaminan kesehatan sudah ada di Jamsostek. Sekarang, data-data itu sudah dikirim ke Palembang,” ujar Norman.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Layanan Sistem Komputerisasi...
Layanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Kembali Dibuka
Sinergi Perkuat Aspek...
Sinergi Perkuat Aspek Safety, Elnusa Petrofin dan KNKT Gelar Program Mitigasi Risiko dan Rekomendasi Keselamatan Transportasi BBM
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Imbas Nyata Investasi...
Imbas Nyata Investasi di Bontang, Ratusan Tenaga Kerja Lokal Terserap
Berita Terkini
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
20 menit yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
46 menit yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
1 jam yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
10 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
10 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
11 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved