Ekonom: Redenominasi rupiah hanya ilusi

Jum'at, 25 Januari 2013 - 16:05 WIB
Ekonom: Redenominasi...
Ekonom: Redenominasi rupiah hanya ilusi
A A A
Sindonews.com - Program penyederhanaan nilai mata uang (redenominasi) yang dicanangkan dan telah disosialisasikan pemerintah, menimbulkan penafsiran berbeda dari pakar ekonomi. Redenominasi dinilai hanya sebuah ilusi yang dilakukan moneter perbankan tanpa adanya substansi.

Hal itu dikatakan Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahmad Ma'ruf saat diskusi terbatas di Fakultas Ekonomi UMY, Jumat (25/1/2013). Menurut Ma’ruf, kebijakan yang dibuat pemerintah dan Bank Indonesia (BI) ini hanya kegiatan yang bersifat 'lips service'.

"Kebijakan ini bukan kebijakan substantif. Tapi lebih pada atribut saja, biar kelihatannya uang kita gagah, seperti di negara-negara lain. Kebijakan redenominasi dilakukan hanya untuk menutupi kelemahan yang menjadi tanggung jawab BI," ungkap dia.

Menurutnya, untuk menutupi kelemahannya, BI mengeluarkan kebijakan yang seolah-olah bagus. Padahal, tidak memiliki substansi sama sekali. Dia juga mencurigai adanya potensi untuk terjadinya ancaman berbahaya dari sisi moral dalam kebijakan redenominasi.

Selain itu, Ma'ruf juga menduga akan ada penggelontoran dana yang tidak kecil untuk proyek BI tersebut. Belum lagi, dipastikan akan ada upaya penunggangan oleh kebijakan-kebijakan pragmatis atau aksi-aksi pragmatis lainnya.

"Ini sangat berbahaya. Kebijakan yang harusnya bersifat privatisasi ini, ternyata ada orang-orang tertentu yang diuntungkan dengan privatisasi tersebut. Saya khawatir, hal ini kemungkinan besar bisa terjadi dalam proyek redenominasi itu. Apalagi saat ini sudah menjelang pemilu 2014," imbuh dia.

Ma'ruf mengungkap, masayarakat mungkin senang adanya redenominasi ini, karena melihat uang yang awalnya Rp10 ribu menjadi Rp10. Tetapi, kebanggaan itu hanya kebanggaan semu. Kebanggaan sebenarnya, baru bisa dirasakan masyarakat Indonesia jika nilai tukar rupiah baik, tidak seperti sekarang ini.

"Jadi, masyarakat harus cerdas dalam mengkritisi ini. Saya menyarankan pada BI agar lebih memfokuskan diri pada masalah pengendalian inflasi dan perbaikan nilai tukar rupiah," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Redenominasi Rupiah:...
Redenominasi Rupiah: Perlukah Sekarang?
Redenominasi Rupiah,...
Redenominasi Rupiah, Akankah Wisata di Indonesia Kian Mahal?
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Redenominasi Rupiah...
Redenominasi Rupiah Belum Resmi, Tunggu Pengesahan UU
Redenominasi Rupiah...
Redenominasi Rupiah Wacana Lama Hidup Lagi
Ramai Diperbincangkan,...
Ramai Diperbincangkan, Apa itu Redenominasi Rupiah?
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
19 menit yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
1 jam yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
2 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
3 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
3 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Komodo hanya...
3 Alasan Komodo hanya Dapat Ditemukan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved