Solusi Tunas Pratama catat pertumbuhan sites 57%

Minggu, 27 Januari 2013 - 16:26 WIB
Solusi Tunas Pratama...
Solusi Tunas Pratama catat pertumbuhan sites 57%
A A A
Sindonews.com - PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berhasil mencatatkan pertumbuhan sites menjadi 2.246 pada akhir 2012 atau setara 57 persen dibandingkan sites tahun lalu yang tercatat sebanyak 1.428.

Presiden Direktur SUPR, Nobel Tanihaha mengatakan, pertumbuhan sites tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyewaan menara perseroan menjadi 3.459 pada akhir tahun 2012. "Untuk penyewaan naik 63 persen dari 2.117 pada akhir tahun 2011," ujar Nobel di Jakarta, Minggu (27/1/2013).

Dia mengakui, pertumbuhan sites dan penyewaan itu terdiri dari pembangunan sendiri (organik) maupun akuisisi (unorganik). Akuisisi utama emiten menara telekomunikasi ini sepanjang 2012 adalah telah mengakuisisi jaringan fiber optik dan microcell pole.

Aksi korporasi tersebut terdiri dari akuisisi 446 menara. Sebagai rincian, PT Demeta Telnet sebanyak 60 menara, PT Nurama Indotama sebanyak 176 menara, PT Elok Sejati Utama 10 menara, dan sisanya dari HCPT sebanyak 200 menara.

Nobel menjelaskan, sepanjang kuartal III/2012, perseroan mencetak pendapatan Rp351,2 miliar. Beban pokok pendapatan sebesar Rp88,7 miliar. Hal itu mendorong laba bruto merangkak naik ke Rp262,5 miliar. "Laba tahun berjalan sembilan bulan pertama tahun 2012 menjadi Rp94,1 miliar," katanya.

Sementara, jumlah aset menjadi Rp3,5 triliun pada kuartal III/2012 dari 2,84 triliun pada akhir tahun 2011. Jumlah liabilitas dan jumlah ekuitas masing-masing sebesar Rp1,86 triliun dan Rp1,63 triliun.

Pertumbuhan pendapatan emiten berticker SUPR ini ditopang dari beberapa provider telekomunikasi di Indonesia seperti PT Bakrie Telecom memberikan kontribusi sebesar 36,8 persen, PT Ericsson Indonesia sebesar 18,6 persen, PT XL Axiata Tbk sebesar 14,5%, PT Telekomunikasi Selular sebesar 6,5 persen.

Sementara PT Hutchison CP Telecommunications memberikan kontribusi sebesar 5,1 persen, PT First Media Tbk sebesar 4,6 persen, PT Indosat Tbk sebesar 3,8 persen, PT Smartfren Telecom Tbk sebesar 3,8 persen, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) sebesar 3,7 persen, PT Axis Telecom Indonesia sebesar 1,8 persen, dan sisanya lain-lain sebesar 0,8 persen.

Sementara, sepanjang 2012 perseroan memiliki pinjaman sindikasi sebesar Rp1,08 triliun. Krediturnya terdiri dari Standard Chartered Bank, RBS, CIMB Niaga, dan PT Bank Mandiri (Persero).
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Impack Pratama Industri...
Impack Pratama Industri Tbk Ikut Berperan Tanggulangi COVID-19
IPO PT Harta Djaya Karya...
IPO PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA): Terus Berinovasi Menyediakan Solusi Desain dan Kontruksi Interior Berkualitas
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Tekan Emisi Karbon,...
Tekan Emisi Karbon, Tunas Artha Pratama Gandeng Perusahaan Asal Taiwan
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
32 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
47 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Rusia Tolak Gencatan...
Rusia Tolak Gencatan Senjata sebagai Solusi Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved