Korea Selatan cetak surplus USD43,2 miliar

Rabu, 30 Januari 2013 - 12:46 WIB
Korea Selatan cetak...
Korea Selatan cetak surplus USD43,2 miliar
A A A
Sindonews.com - Surplus transaksi berjalan Korea Selatan pada 2012, dilaporkan naik ke rekor USD43,2 miliar. Torehan ini didukung pertumbuhan konstruksi di luar negeri dan ekspor yang relatif padat, meski terjadi perlambatan ekonomi global.

Dilansir Channel News Asia, Rabu (30/1/2013), perdagangan 'Negeri Ginseng' itu juga mencatat rekor perluasan perdagangan dan pengembalian investasi sebesar USD32,7 yang ditetapkan Bank Sentral Korea Selatan pada 2009.

Namun, surplus tahunan pada 2013 diperkirakan akan turun menjadi USD32 miliar, akibat pelemahan ekonomi di zona Eropa dan perlambatan pemulihan di Amerika Serikat.

Disebutkan, nilai ekspor Korea Selatan mencapai USD552,7 miliar, naik 0,2 persen dari 2011, sedangkan nilai impor turun 1,1 persen menjadi USD514,2 miliar.

Pengiriman mobil ke luar negeri naik 3,6 persen menjadi USD42,4 miliar meskipun permintaan global kendur, dan pengiriman produk petrokimia naik 9,0 persen menjadi USD56,7 miliar.

Pengiriman produk teknologi hampir tidak berubah berada di angka USD156 miliar, dengan penjualan ke luar negeri dari chip memori naik 0,1 persen dan panel display turun 0,3 persen dari tahun sebelumnya.

Penjualan ke pasar ekspor utama di China Selatan tetap mendatar, sementara ekspor ke Amerika Serikat dan Timur Tengah naik 4,1 persen dan 11,4 persen. Namun, ekspor ke Eropa turun 11,4 persen.

Neraca di sektor jasa mencetak surplus pertama sejak 1998, sebesar USD2,7 miliar, berkat surplus pada jasa konstruksi sebesar USD16,8 miliar, didorong pemenangan proyek di Timur Tengah.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Ekonomi Asia Mulai Bangkit,...
Ekonomi Asia Mulai Bangkit, Bagaimana dengan Indonesia?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Tarif Trump Pukul Ekonomi...
Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?
Berita Terkini
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
15 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
26 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved