Kembangkan sayap, Telkom ekspansi ke 10 negara
Jum'at, 01 Februari 2013 - 17:32 WIB
Kembangkan sayap, Telkom ekspansi ke 10 negara
A
A
A
Sindonews.com - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berkomitmen memperluas ekspansi bisnis dengan menggarap sektor telekomunikasi di 10 negara.
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Arief Yahya mengatakan, sejak 2012 perusahaannya telah berkomitmen menjadi perusahaan berskala internasional, menggarap bisnis telekomunikasi di sejumlah negara.
Tahun lalu, Telkom telah ekspansi ke Singapura, Malaysia, Hongkong, Timor Leste, dan Australia. Tahun ini, mereka berencana ekspansi ke 10 negara lain, seperti Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Jepang.
Arief menjelaskan, sebagai perusahaan telekomunikasi harus siap merambah bisnis di tingkat internasional. Imbas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menuntut perusahaan telekomunikasi melakukan ekspasi bisnis berskala global.
"Tahun lalu, bisnis internasional berkontribusi 5 persen atau sekitar Rp4 triliun terhadap pendapatan Telkom," kata Arief di sela-sela Telkom Corporate University, di Kota Bandung, Jumat (1/2/2013).
Dia mengakui, ekspansi bisnis telekomunikasi Telkom akan mengutamakan negara tujuan tenaga kerja Indonesia (TKI), seperti di Hongkong. Telkom berhasil meluncurkan kartu AS 2 in 1 dengan jumlah costumer mencapai 30 ribu orang. Kartu tersebut, bisa menjadi nomor lokal, sekaligus nomor internasional. Bisnis lainnya, contact center di Australia.
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Arief Yahya mengatakan, sejak 2012 perusahaannya telah berkomitmen menjadi perusahaan berskala internasional, menggarap bisnis telekomunikasi di sejumlah negara.
Tahun lalu, Telkom telah ekspansi ke Singapura, Malaysia, Hongkong, Timor Leste, dan Australia. Tahun ini, mereka berencana ekspansi ke 10 negara lain, seperti Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Jepang.
Arief menjelaskan, sebagai perusahaan telekomunikasi harus siap merambah bisnis di tingkat internasional. Imbas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menuntut perusahaan telekomunikasi melakukan ekspasi bisnis berskala global.
"Tahun lalu, bisnis internasional berkontribusi 5 persen atau sekitar Rp4 triliun terhadap pendapatan Telkom," kata Arief di sela-sela Telkom Corporate University, di Kota Bandung, Jumat (1/2/2013).
Dia mengakui, ekspansi bisnis telekomunikasi Telkom akan mengutamakan negara tujuan tenaga kerja Indonesia (TKI), seperti di Hongkong. Telkom berhasil meluncurkan kartu AS 2 in 1 dengan jumlah costumer mencapai 30 ribu orang. Kartu tersebut, bisa menjadi nomor lokal, sekaligus nomor internasional. Bisnis lainnya, contact center di Australia.
(izz)
Lihat Juga :