Ketakutan PT JMI dinilai tidak logis

Kamis, 07 Februari 2013 - 16:58 WIB
Ketakutan PT JMI dinilai...
Ketakutan PT JMI dinilai tidak logis
A A A
Sindonews.com - Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menilai, ketakukan terhadap dampak sosial pembangunan pabrik pig iron PT Jogja Magasa Iron (JMI), di sisi timur tidak logis.

Menurut Hasto, meski pada nantinya kementrian ESDM mengamini pembangunan pabrik di sisi barat, yakni Desa Karangwuni, namun Pemkab Kulonprogo justru akan maksimal membantu jika pabrik dibangun di sisi timur yakni di wilayah Galur.

PT JMI, lanjut dia, dapat membangun imej positif terlebih dahulu. "Strateginya bisa berupa perekrutan tenaga pengangguran di wilayah Galur untuk dipekerjakan dalam proyek pembangunan konstruksi pabrik bijih besi," katanya, Kamis (7/2/2013).

Dia menuturkan, peringatan dari Kementrian ESDM agar pengerukan konsentrat dilakukan sebelum membangun pabrik pig iron, semestinya sudah dipahami sejak lama. "Kenapa tidak dari dulu, kenapa baru sekarang," tanya Hasto.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki mengatakan, berdasarkan hasil Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang meliputi aspek teknis, sosial dan ekonomis, pembangunan pabrik bijih besi paling tepat di sisi timur.

"Informasi yang saya peroleh, jaraknya harus dekat. Sehingga lebih efisien. Jadi, kalau tetap di Karangwuni tidak efisien karena harus dibawa ke wilayah industri di timur. Walau pun dalam kontrak karya memang dimungkinkan membangun pabrik di barat," kata Langgeng.

Sebelumnya, PT JMI berencana membangun pabrik pig iron di Karangwuni. Sebab, di wilayah tersebut, JMI sudah memiliki pilot plant. Namun rencananya menimbulkan perbedaan pendapat karena terbentur RTRW kawasan untuk bandara internasional.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Jasa Pertambangan...
Bisnis Jasa Pertambangan Butuh Penguatan Jaminan Berusaha
2.000 Lebih Delegasi...
2.000 Lebih Delegasi Sambut Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
IATA Makin Cemerlang,...
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved