BEI minta MLPL beri penjelasan soal ERSA

Jum'at, 08 Februari 2013 - 14:43 WIB
BEI minta MLPL beri...
BEI minta MLPL beri penjelasan soal ERSA
A A A
Sindonews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendesak PT Multipolar Tbk (MLPL) untuk segera memberikan keterangan resmi terkait exchangeable rights subcription agreement (ERSA) dengan anak usaha Temasek Holdings, Anderson Investments Ltd.

“Kami telah meminta penjelasan kepada manajemen Multipolar terkait exchangeable rights yang dilakukan perseroan," terang Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di gedung BEI, Jumat (8/2/2013).

Keterangan yang dimaksud Hoesen, adalah penjelasan tentang bagaimana proses exchangeable rights tersebut bisa terjadi.

"Kami ingin mengetahui term of condition exchangeable rights mulai dari perjanjian seperti apa dan kalau mereka mendapatkan dana itu untuk apa bagi mereka,” tambah dia.

Hoesen menargetkan, perseroan sudah harus memberikan penjelasan mengenai skema exchangeable rights yang dilakukannya tersebut pada pekan depan. Seperti diketahui, Anderson Investment membeli 26,1 persen atau sebanyak 1,4 miliar saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) senilai Rp2,9 triliun.

Penandatanganan ERSA telah dilakukan antaran Anderson Investments dengan induk usaha MPPA, yakni Multipolar pada awal pekan ini. Penutupan transaksi ini diharapkan akan rampung pada Maret mendatang.

Dalam pernyataannya, setelah transaksi itu, Multipolar akan tetap menjadi pemegang saham pengendali Matahari. Adapun kepemilikan Multipolar di Matahari mencapai 50,2 persen, 6,07 persen dimiliki PT Star pasific Tbk (LPLI) dan sisanya dimiliki publik.

Presiden Direktur Multipolar Eddy Handoko sebelumnya menyatakan, masuknya Temasek sebagai salah satu pemegang saham Matahari akan mendukung pertumbuhan maupun ekspansi ke depan. Tahun ini, Matahari menargetkan akan membuka 20 gerai Hypermart di sejumlah wilayah.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Resmi! Gojek Punya 6,74%...
Resmi! Gojek Punya 6,74% Saham MPPA, Nilai Transaksi Capai Rp355 Miliar
Matahari Perkuat Lapaknya...
Matahari Perkuat Lapaknya di Shopee dengan Strategi Omni
Gegara Pandemi, Matahari...
Gegara Pandemi, Matahari Putra Prima Terus Merugi Capai Rp219,25 Miliar
Hypermart Bakal Dapat...
Hypermart Bakal Dapat Tambahan Modal dari GoTo dan Multipolar
Buka 16 Gerai Baru Hyfresh...
Buka 16 Gerai Baru Hyfresh di 2021, MPPA Siapkan Rp80 Miliar
Cara Unit Usaha MPPA...
Cara Unit Usaha MPPA Menghadapi Penurunan Daya Beli dan Tantangan di Saat Pandemi
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
1 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
2 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
4 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
6 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
8 jam yang lalu
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved