DPR minta pola pembagian kuota daging ditinjau ulang

Selasa, 12 Februari 2013 - 09:12 WIB
DPR minta pola pembagian...
DPR minta pola pembagian kuota daging ditinjau ulang
A A A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah untuk meninjau ulang pola pembagian kuota daging sapi saat ini yang dibagi per semester dan diputuskan pada bulan Desember.

"Kami minta dilakukan peninjauan ulang terhadap pola-pola pembagian kuota yang diputuskan pada bulan Desember," kata Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/2/2013) malam.

Firman menuturkan, biasanya para importir yang ditunjuk pemerintah melakukan impor pada Desember dan Januari. Pada bulan-bulan berikutnya, tidak ada daging sapi impor yang masuk. "Kalau itu tidak ada jadwal-jadwal yang ditetapkan, maka kecenderungannya adalah mereka itu akan memasukan di bulan Desember dan Januari ini semua. Terus kemudian daging, dimasukan freezer dimasukan gudang stok mereka," ungkapnya.

Kemudian, stok daging sapi yang sudah masuk sejak Desember-Januari itu akan ditahan oleh para importir menjelang bulan Puasa. Akibatnya, harga daging melambung dan para importir yang melakukan kartel ini menikmati keuntungan yang amat besar. "Ketika nanti menjelang bulan Puasa, Lebaran, itu baru mereka tahan, itu barang. Ketika ditahan oleh pelaku-pelaku kartel itu, barulah terjadi kekosongan. Ketika kosong, harga melonjak," tukas Firman.

Setelah itu, lanjut dia, pemerintah akan didesak untuk menambah impor daging sapi, sehingga para importir ini akan mendapatkan keuntungan lebih besar lagi. Pola inilah yang terus berulang. "Dengan melonjaknya harga dan kemudian seolah-olah tidak ada stok lagi di pasaran, maka pemerintah diminta menambah kuota baru," pungkas dia.

Sebelumnya, berbeda dengan DPR, Kementerian Perdagangan (Kemendag) membantah dugaan adanya kartel daging sapi di Indonesia. Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Bachrul Chairi menjelaskan, ada puluhan perusahaan yang ditunjuk untuk melakukan impor daging sapi. Situasi tersebut tidak membuat peluang terjadinya kartel amat kecil.

"Dari segi jumlah pengusaha cukup signifikan, kalau 53 atau 50 tidak dalam posisi oligopoli," terang Bachrul.

Bacrul menggarisbawahi, kekuatan setiap perusahaan impotir sapi untuk mengendalikan harga amat kecil. "Posisinya agak lemah untuk dapat mempengaruhi harga," imbuh dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
11 menit yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
22 menit yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
49 menit yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved