Ini alasan waralaba restoran dibatasi 250 gerai

Jum'at, 15 Februari 2013 - 15:17 WIB
Ini alasan waralaba...
Ini alasan waralaba restoran dibatasi 250 gerai
A A A
Sindonews.com - Hari ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyosialisasikan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7/2013 tentang pembatasan waralaba jenis usaha makanan dan minuman (restoran).

Dalam aturan ini, jumlah gerai waralaba restoran yang boleh dimiliki sepenuhnya oleh sang pemilik waralaba dibatasi hanya 250 gerai. Mengapa Kemendag membatasi di angka 250, bukan 150 seperti halnya waralaba retail?

Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengungkapkan, perhitungan ini ditentukan berdasarkan modal untuk mendirikan sebuah gerai waralaba restoran yang jauh lebih besar daripada modal untuk membuka sebuah gerai waralaba retail.

Artinya, waralaba restoran lebih sulit untuk melakukan ekspansi ketimbang waralaba retail. Karena itu, pembatasannya tidak perlu seketat waralaba retail.

"Ya tentunya ini berdasarkan modal yang dibutuhkan yang jauh lebih besar yanng lebih besar dari (gerai waralaba) retail. Jadi kita pressure di 250," jelas Gita dalam konferensi pers di Kemendag, Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Gita menambahkan, aturan ini bertujuan untuk memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) sehingga terjadi pemerataan ekonomi. "Kita ingin memberdayakan UKM, jadi kita batasi jangan sampai 250 gerai," tandasnya.

Menurut dia, pembatasan waralaba restoran tidak akan mengurangi minat para investor di sektor ini. "Saya cukup yakin ini tidak akan menghambat kapasitas untuk pendirian outlet baru," tutup Gita.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Amir Karamoy mengaku tidak mempermasalahkan jumlah maksimal gerai yang dimiliki sepenuhnya oleh pemilik waralaba restoran dibatasi hanya 250 unit.

Namun, dia bingung bagaimana cara pemerintah menentukan angka 250 tersebut, karena pengusaha lokal, khususnya WALI, tidak pernah diajak berdialog dan sosialisasi.

"Saya mendukung pembatasan, cuma yang saya tidak pernah mengerti, bagaimana bisa ditentukan 250 saja. Sampai sekarang pun WALI sama sekali tidak pernah dilibatkan," kata Amir kemarin.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pameran Waralaba FLEI...
Pameran Waralaba FLEI 2024 Bakal Digelar di Jakarta, Catat Tanggalnya
Indonesia Franchise...
Indonesia Franchise Week Dorong Pertumbuhan Bisnis Waralaba Indonesia
Optimistis Sambut Tahun...
Optimistis Sambut Tahun Baru, 87 Persen Pengusaha Waralaba Siap Ekspansi di 2022
Sangat Prospek, di Tengah...
Sangat Prospek, di Tengah Krisis, Waralaba Alfamart Tetap Bertumbuh
10 Franchise dengan...
10 Franchise dengan Film Terbanyak, Ada yang Sampai Ratusan
Permintaan Tinggi, Franchise...
Permintaan Tinggi, Franchise & License Expo Indonesia Hadir 2 Kali Tahun Ini
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved