Pebisnis waralaba kritisi Permendag No 7/2013

Sabtu, 16 Februari 2013 - 11:58 WIB
Pebisnis waralaba kritisi...
Pebisnis waralaba kritisi Permendag No 7/2013
A A A
Sindonews.com – Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) menilai, ide aturan pembatasan kepemilikan waralaba restoran sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7/2013 tentang Pengembangan Kemitraan dalam Waralaba untuk Jenis Usaha Jasa Makanan dan Minuman adalah baik. Namun, isinya dinilai bermasalah dan pro pemodal besar.

Ketua Dewan Penasihat Wali, Amir Karamoy menjelaskan, dalam pasal 5 Permendag tersebut menyatakan, jika jumlah kepemilikan sudah mencapai 250 gerai, maka gerai selanjutnya pemilik harus mewaralabakan dengan pola penyertaan modal.

"Pola penyertaan modal inilah yang jadi masalah," katanya saat dihubungi Sindonews, Sabtu (16/2/2013).

Menurutnya, pola penyertaan modal sebesar 30-40 persen untuk publik atau UKM bukanlah pola waralaba, melainkan joint venture. Karena pola waralaba harus 100 persen dimiliki publik atau UKM. Dengan hanya memiliki investasi 30-40 persen, maka pemilik waralaba besar tetap menguasai karena sebagai pemilik mayoritas.

"Yang jadi masalah ketika melakukan penyertaan modal. UKM hanya menyediakan 40 persen dari investasi harga. Jika seandainya, investais gerai itu Rp10 miliar, maka UKM hanya menyediakan Rp3 miliar sampai Rp4 miliar. Jadi, perusahaan asing atau perusahaan besar itu masih tetap menguasai," jelasnya.

Dia menilai pemerintah telah beranggapan bahwa UKM tidak bisa meyediakan biaya sebesar Rp10 miliar adalah pemikiran salah. Karena UKM bisa meminjam dari bank. Pihak bank pun dipastikan siap membantu mitranya yang sudah memiliki merek terkenal.

Pemerintah, lanjut Amir, seharunya mempunyai solusi tepat untuk membantun UKM memiliki gerai waralaba hingga 100 persen. "Sesama UKM bisa saja bergabung untuk menyediakan modal. Misalnya, lima orang masing-masing punya Rp2 miliar, kan bisa terkumpul Rp10 miliar. Dan pola ini sudah dilakukan. Namanya waralaba itu harus 100 persen, itulah yang banar," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pameran Waralaba FLEI...
Pameran Waralaba FLEI 2024 Bakal Digelar di Jakarta, Catat Tanggalnya
Indonesia Franchise...
Indonesia Franchise Week Dorong Pertumbuhan Bisnis Waralaba Indonesia
Optimistis Sambut Tahun...
Optimistis Sambut Tahun Baru, 87 Persen Pengusaha Waralaba Siap Ekspansi di 2022
Sangat Prospek, di Tengah...
Sangat Prospek, di Tengah Krisis, Waralaba Alfamart Tetap Bertumbuh
10 Franchise dengan...
10 Franchise dengan Film Terbanyak, Ada yang Sampai Ratusan
Permintaan Tinggi, Franchise...
Permintaan Tinggi, Franchise & License Expo Indonesia Hadir 2 Kali Tahun Ini
Berita Terkini
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
1 jam yang lalu
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
1 jam yang lalu
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
3 jam yang lalu
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
3 jam yang lalu
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliaran
3 jam yang lalu
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved