BEI suspensi delapan emiten

Senin, 18 Februari 2013 - 11:14 WIB
BEI suspensi delapan...
BEI suspensi delapan emiten
A A A
Sindonews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan efek (suspensi) delapan emiten lantaran belum membayar biaya pencatatan tahunan tahun 2013.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan sektor Jasa BEI, Umi Kulsum mengatakan, biaya pencatatan tahunan wajib dibayar dimuka oleh perusahaan tercatat untuk masa 12 bulan, terhitung sejak Januari-Desember.

"Biaya pencatatan tahunan diterima Bursa di rekening bank Bursa, selambat-lambatnya pada akhir hari kerja bulan Januari, sehingga batas waktu pembayaran ALF tahun 2013 pada 31 Januari 2012," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi BEI, Senin (18/2/2013).

Berdasarkan catatan Bursa, hingga 15 Februari 2013, sebanyak delapan perusahaan tercatat belum melakukan pembayaran biaya pencatatan tahun 2013. Akibatnya, Bursa melakukan suspensi terhadap delapan emiten tersebut sejak sesi I hari ini.

Kedelapan emiten dimaksud, terdiri atas dua suspensi lanjutan di seluruh pasar terhadap PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) dengan tagihan Rp110 juta dan PT Panca Wiratama Sakti Tbk (PWSI) dengan tagihan Rp23,1 juta serta suspensi di pasar reguler dan tunai terhadap PT Steady Safe Tbk (SAFE) dengan tagihan Rp107,8 juta.

Sementara sisanya berupa lanjutan suspensi lima emiten di pasar reguler dan tunai, yakni PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) dengan tagihan Rp110 juta; PT Amstelco Indonesia Tbk (INCF) dengan tagihan Rp15,95 juta; PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) dengan tagihan Rp110 juta; PT Panasia Filament Inti Tbk (PAFI) dengan tagihan Rp110 juta dan PT Rimo Catur Lestari Tbk (RIMO) dengan tagihan Rp46,75 juta.

"Bursa mengenakan sanksi suspensi perusahaan tercatat di pasar reguler sampai dengan dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan dan denda tersebut," tandas Umi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Daftar 10 Emiten Ini...
Daftar 10 Emiten Ini Disuspensi BEI selama 1 Tahun
Grand Launching ASEAN...
Grand Launching ASEAN Investment Challenge 2023
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
Rapor Bursa Sepekan,...
Rapor Bursa Sepekan, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.563 Triliun
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
1 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
3 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
3 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
4 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
7 jam yang lalu
Infografis
Urutan Delapan Negara...
Urutan Delapan Negara yang Memiliki Think Tank Terbanyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved