Kadin ditantang buktikan adanya kartel daging

Senin, 18 Februari 2013 - 16:06 WIB
Kadin ditantang buktikan...
Kadin ditantang buktikan adanya kartel daging
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (ASPIDI) menantang Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk membuktikan tudingan adanya kartel daging sapi. ASPIDI meminta Kadin mengumumkan nama-nama importir daging sapi yang diduga melakukan kartel.

"Siapa sekelompok orang (yang disebut melakukan kartel daging sapi) itu? Tunjuk dong," tegas Ketua Umum ASPIDI, Thomas Sembiring kepada wartawan di Galery Cafe TIM, Jakarta, Senin (18/2/2013).

Selain itu, Thomas juga meminta pemerintah untuk membuka data-data mengenai perusahaan mana saja yang ditunjuk untuk mengadakan impor daging sapi beserta alokasinya. Transparansi ini perlu dilakukan untuk menunjukkan bahwa tidak ada kartel daging sapi.

"Coba pemerintah expose siapa saja importir itu dan alokasinya," sambung dia.

Senada dengan ASPIDI, sebelumnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga membantah pernyataan Kadin yang menyebut adanya kartel daging sapi di Indonesia.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi menjelaskan, ada puluhan perusahaan yang ditunjuk untuk melakukan impor daging sapi. Situasi tersebut tidak membuat peluang terjadinya kartel. "Dari segi jumlah pengusaha cukup signifikan, kalau 53 atau 50 tidak dalam posisi oligopoli," terang Bachrul, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Kadin menyatakan, ada enam komoditas pangan yang berpotensi kartel di Indonesia. Mulai dari perdagangan daging sapi hingga beras disebut-sebut dikuasai oleh beberapa pihak.

Sebagai indikasi adanya kartel, Kadin menuturkan bagaimana harga daging di Indonesia bisa sangat fluktuatif dan tidak masuk akal. "Dari 2009 ke 2012 bisa meningkat sampai 100 persen. Misalnya daging sapi, dulu Rp63 ribu (per kg) sekarang Rp95 ribu. Padahal di negara asalnya Rp53 ribu," papar Wakil Ketua Kadin bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog, Natsir Mansyur.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Makan Daging Kambing...
Makan Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved